Jakarta – Pemerintah terus memacu pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) dan Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang modern dan inklusif.
Koperasi ini diharapkan menjadi pusat layanan ekonomi terintegrasi di tingkat desa, menjangkau kebutuhan pokok hingga pengelolaan potensi lokal.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan Kopdes Merah Putih dirancang sebagai pusat layanan ekonomi yang lengkap dan dekat dengan masyarakat.
“Melalui penyediaan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, pembiayaan, pergudangan, hingga pengelolaan potensi lokal,” ujarnya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mendukung penuh inisiatif ini dengan menyalurkan pembiayaan awal sebesar Rp148,6 triliun.
Pjs. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, dukungan ini sebagai langkah konkret memperkuat akses permodalan koperasi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan operasional Kopdes Merah Putih dapat dipercepat.
“Ini bisa diselesaikan yang 29.000 sudah ada lahan segala macam, tadi sampai Mei–Juni mudah-mudahan bisa diselesaikan,” kata Zulkifli Hasan.
Koperasi ini nantinya akan diisi komoditas strategis seperti pupuk, LPG 3 kilogram, dan sembako, serta menyerap produk asli desa.
Ketua Koperasi Konsumen Kana, Jonathan Danang Wardhana, menilai Kopdes Merah Putih berperan strategis dalam memperluas literasi dan model bisnis koperasi modern.
“Melalui pendekatan kegiatan komunitas, gaya hidup sehat, serta ruang temu kreatif yang relevan dengan generasi muda,” jelasnya.
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menekankan pentingnya Kopdes Merah Putih sebagai instrumen menjaga daya beli dan ketahanan ekonomi desa.
Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang adaptif dan menjadi ruang kerja baru bagi generasi muda.











