Jakarta – Pemerintah menegaskan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tetap ditargetkan berjalan sukses meski berlangsung di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah. Di saat yang sama, jemaah haji Indonesia mulai bersiap pulang, dengan tujuh kloter pertama dijadwalkan terbang besok.

Kementerian Haji dan Umrah menilai kehadiran kementerian khusus menjadi langkah penting untuk menata berbagai persoalan yang kerap muncul setiap musim haji. Pemerintah berharap penanganan urusan haji dan umrah bisa lebih terarah serta lebih fokus.

Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Haji, Prof Muhadjir Effendy, mengatakan pembentukan Kementerian Haji dan Umrah ditujukan untuk menjawab hambatan yang terus berulang dari tahun ke tahun. Menurut dia, pengalaman panjang Indonesia dalam mengelola haji belum menjamin seluruh proses berjalan mulus.

“Sudah beratus kali pemerintah Indonesia mengelola pelaksanaan ibadah haji. Tapi pengalaman itu tidak otomatis membuat semuanya lancar di tahun berikutnya,” ujar Muhadjir.

Ia menjelaskan, sejumlah temuan masalah dalam penyelenggaraan haji menjadi alasan perlunya lembaga yang lebih khusus menangani urusan tersebut. Dengan begitu, setiap persoalan dapat diurai lebih tepat dan penanganannya lebih terfokus.

Muhadjir menegaskan kementerian baru itu langsung memikul tugas perdananya pada penyelenggaraan haji tahun ini. Ia mengakui situasi geopolitik di Timur Tengah menambah tantangan, tetapi pemerintah tetap optimistis mampu mengelolanya dengan baik.

“Ini memang menjadi tantangan, tetapi kami optimistis bisa mengelolanya dengan baik,” kata Muhadjir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *