Padang Pariaman – Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, meresmikan program Kampung Bebas dari Narkoba di Kabupaten Padang Pariaman sebagai upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika hingga ke tingkat nagari.
Program ini melibatkan kepolisian, pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat dalam satu kerja bersama untuk menekan peredaran narkoba serta membangun sistem pengawasan lingkungan yang lebih kuat.
Irjen Pol. Gatot menegaskan, peluncuran program tersebut menunjukkan perubahan peran Polri yang tidak lagi hanya bertindak sebagai penegak hukum, melainkan juga sebagai pemecah masalah di tengah masyarakat.
Menurut dia, kepolisian kini berupaya menyentuh akar persoalan sosial, termasuk kemiskinan dan peredaran narkoba, melalui pendekatan yang lebih humanis dan kolaboratif.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Anggota Komisi XIII DPR RI, Arisal Aziz, yang memfasilitasi pemasangan sembilan unit kamera pengawas atau CCTV di sejumlah nagari.
Selain di Padang Pariaman, perangkat keamanan digital itu juga dipasang di Bukittinggi dan Pasaman untuk memperkuat pengawasan lingkungan.
Kapolda meminta nagari yang telah dipasangi kamera pengawas segera dijadikan proyek percontohan. Ia berharap kehadiran teknologi yang didukung peran aktif masyarakat dapat membangun proteksi yang lebih ketat sejak dini.
“Secara infrastruktur, dukungan sudah diberikan. Sekarang tinggal bagaimana melibatkan seluruh tokoh masyarakat dan pemuda untuk bersatu melawan narkoba, sebagaimana perintah agama,” ujar Irjen Pol. Gatot dalam sambutannya.
Di luar isu narkoba, Kapolda juga mengapresiasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Josal atas dedikasi mereka dalam memberikan pendampingan hukum gratis kepada warga kurang mampu.
Ia secara khusus meminta LBH Josal memberi perhatian penuh pada kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa seorang ibu dan balita di wilayah hukum Polresta Padang.
Mengakhiri arahannya, Kapolda mengingatkan seluruh jajaran kepolisian, mulai dari tingkat Polres hingga Bhabinkamtibmas, agar terus merebut hati masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kehadiran polisi dalam kerja nyata, termasuk salat berjamaah di masjid dan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.











