Lubuk Basung – Pawai Taaruf Khatam Al-Qur’an IX di Kenagarian Lubuk Basung berlangsung meriah pada Minggu (17/6) dengan melibatkan 40 peserta dari santri TPQ, MDTA, dan Rumah Tahfidz setempat. Kegiatan ini digelar untuk menyemarakkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sekaligus menjadi ajang syiar keagamaan di tengah masyarakat.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Agam, Syatria, S.Sos., M.Si., melepas langsung peserta pawai. Kehadiran masyarakat yang antusias membuat kegiatan itu berlangsung semarak dan penuh nuansa religius.

Walinagari Lubuk Basung, Darma Ira Putra, S.E., M.M., Dt. Batuah, mengatakan pawai taaruf dan khatam Al-Qur’an menjadi bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam. Menurut dia, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan launching serta penyerahan bibit tanaman untuk mendukung program ketahanan pangan sesuai instruksi Bupati Agam.

“Selain khatam Al-Qur’an, pada kesempatan ini juga dilaksanakan launching dan penyerahan bibit tanaman dalam rangka mendukung program ketahanan pangan sesuai instruksi Bupati Agam,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan Al-Qur’an, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” katanya.

Syatria mengapresiasi pelaksanaan pawai dan khatam Al-Qur’an itu karena dinilai memiliki nilai religius sekaligus edukatif bagi generasi muda. Menurut dia, Tahun Baru Islam tak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga pengingat untuk meneladani perjuangan dan akhlak Rasulullah SAW.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena selain memeriahkan Tahun Baru Islam, juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk meneladani Nabi Muhammad SAW serta memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para santri yang telah khatam agar terus belajar dan tidak berhenti membaca Al-Qur’an. Syatria menegaskan setiap huruf yang dibaca bernilai pahala, termasuk saat mendengarkan orang mengaji.

“Jangan berhenti setelah khatam. Teruslah membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Setiap huruf yang dibaca bernilai pahala, bahkan mendengarkan orang yang sedang mengaji pun memiliki keutamaan tersendiri,” pesannya.

Syatria berharap kegiatan itu dapat memotivasi generasi muda untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *