Lubuk Basung – Peringatan Perang Manggopoh ke-118 di Kabupaten Agam diwarnai prosesi peletakan tanah makam pejuang Rasyid Bagindo Magek di Taman Makam Pahlawan (TMP) Siti Manggopoh, Senin (15/6). Prosesi ini menjadi penanda penghormatan atas kiprah Rasyid, yang semasa hidupnya harus menjalani pengasingan karena melawan pemerintah kolonial.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy memimpin langsung prosesi itu usai upacara peringatan di halaman Kantor Bupati Agam. Ia didampingi Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, Ketua DPRD Agam Ilham, serta unsur Forkopimda.

Tanah yang ditempatkan di TMP Siti Manggopoh berasal dari makam Rasyid Bagindo Magek di Pemakaman Islam Kota Manado. Tanah makam itu sebelumnya dijemput anggota DPRD Sumatera Barat Ridwan Dt Tumbijo bersama wali nagari se-Kecamatan Lubuk Basung dan tim peneliti Universitas Negeri Padang (UNP) pada 14 Mei 2026.

Peletakan tanah makam tersebut dimaknai sebagai simbol kepulangan seorang pejuang yang tidak sempat kembali ke kampung halaman. Rasyid menghabiskan hidupnya di tanah pengasingan hingga wafat, namun jasa dan namanya tetap dikenang masyarakat.

Rasyid Bagindo Magek dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam Perang Belasting 1908. Ia merupakan rekan seperjuangan sekaligus suami pahlawan perempuan Siti Manggopoh. Bersama pejuang lain, ia berada di garis depan perlawanan rakyat terhadap kebijakan pajak pemerintah kolonial.

Tak hanya berjuang di medan tempur, Rasyid juga dikenal sebagai komandan pasukan rahasia anti-kolonial yang menyusun strategi perlawanan. Aksinya membuat pemerintah kolonial menangkapnya dan menjatuhkan hukuman pengasingan ke Manado.

Meski jasadnya tidak kembali ke Ranah Minang, peletakan tanah dari makamnya di TMP Siti Manggopoh menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat bahwa pengorbanannya tetap hidup dalam ingatan masyarakat.

Usai prosesi itu, kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga oleh Wakil Gubernur Sumbar, Wakil Bupati Agam, Ketua DPRD Agam, dan unsur Forkopimda di makam para pahlawan yang dimakamkan di TMP Siti Manggopoh.

Vasko Ruseimy mengatakan, peletakan tanah makam Rasyid Bagindo Magek merupakan bentuk penghormatan atas jasa para pejuang yang rela mengorbankan hidup demi kemerdekaan dan martabat bangsa.

“Rasyid Bagindo Magek adalah sosok pejuang yang memiliki peran besar dalam Perang Manggopoh dan Perang Kamang. Meski beliau wafat di tanah pengasingan, semangat perjuangannya tetap hidup dan menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan rakyat Sumatera Barat,” ujarnya.

Ia menambahkan, prosesi tersebut juga menjadi simbol bahwa Rasyid tetap hadir di tengah masyarakat yang menghargai jasa dan pengorbanannya. Vasko berharap generasi muda meneladani semangat juang, keberanian, dan kecintaan terhadap tanah air yang diwariskan para pahlawan.

“Kita ingin sejarah ini tidak hanya dikenang setiap tahun, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi membangun daerah dan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Iqbal menilai peletakan tanah makam Rasyid Bagindo Magek menjadi momentum penting untuk melengkapi narasi sejarah perjuangan rakyat Manggopoh, yang selama ini lebih banyak dikenal melalui sosok Siti Manggopoh.

“Rasyid Bagindo Magek memiliki peran yang sangat besar dalam perjuangan melawan kolonialisme. Kehadiran tanah makam beliau di TMP Siti Manggopoh menjadi pengingat bahwa perjuangan kemerdekaan lahir dari kerja sama dan pengorbanan banyak tokoh, baik yang dikenal luas maupun belum banyak tercatat dalam sejarah,” katanya.

Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen untuk terus menggali dan melestarikan nilai-nilai sejarah perjuangan daerah sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi generasi penerus.

“Semangat persatuan, keberanian, dan kecintaan terhadap kampung halaman yang ditunjukkan para pejuang harus terus kita wariskan. Ini menjadi modal penting dalam membangun Kabupaten Agam yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, masyarakat Manggopoh kini masih memperjuangkan pengusulan Siti Manggopoh sebagai Pahlawan Nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *