Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh mengajukan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 dengan proyeksi belanja daerah mencapai Rp821,58 miliar. Usulan itu disampaikan dalam rapat paripurna DPRD setempat, Senin (27/7/2026).

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menyerahkan langsung dokumen anggaran tersebut. Ia menyebut penyusunan KUA-PPAS 2027 didesain untuk menopang transformasi sosial, memperkuat ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mendorong pelayanan publik yang lebih efektif.

“Ini menjadi fase penting untuk memperkuat pembangunan daerah yang inklusif dan berdaya saing,” ujar Elzadaswarman.

Menurut dia, tahun 2027 akan menjadi momentum bagi Payakumbuh untuk melanjutkan transformasi menuju masyarakat yang lebih maju dengan ketahanan ekonomi dan sosial yang kuat. Penyusunan anggaran itu juga mempertimbangkan tantangan strategis, mulai dari dinamika ekonomi global hingga percepatan digitalisasi.

Dalam arah kebijakan pembangunan, Pemko Payakumbuh menetapkan lima prioritas utama. Fokus itu mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi melalui produk unggulan, dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Prioritas lain meliputi penguatan nilai sosial budaya berbasis adat serta pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 7,12 persen pada 2027. Di saat yang sama, angka kemiskinan diturunkan menjadi 4,17 persen.

Pemko juga membidik Indeks Pembangunan Manusia di angka 82,50 dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,52 persen. Untuk memperkuat kapasitas fiskal, pemerintah akan mengoptimalkan pendapatan dari pajak, retribusi, dan digitalisasi layanan perpajakan.

Kebijakan belanja daerah ke depan akan mengacu pada prinsip money follows program. Dengan cara itu, setiap alokasi anggaran diarahkan agar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kami berkomitmen membangun sistem penganggaran yang menitikberatkan pada hasil terukur bagi masyarakat,” tegas Elzadaswarman.

Ia berharap pembahasan bersama DPRD dapat berlangsung konstruktif sehingga menjadi landasan yang kuat dalam penyusunan APBD 2027.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *