Padang Panjang – Pemerintah Kota Padang Panjang mulai membenahi Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) secara menyeluruh untuk mengangkat kembali daya tarik destinasi wisata budaya andalan daerah itu.
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis turun langsung meninjau kawasan PDIKM pada Sabtu (4/7/2026) dan meminta perbaikan fasilitas serta peningkatan layanan dilakukan segera.
Menurut Hendri, kebersihan menjadi aspek yang tidak bisa ditawar demi memberi kenyamanan bagi pengunjung.
“Kita ingin PDIKM menjadi destinasi wisata budaya yang bersih, nyaman, hidup, dan memberikan kesan positif bagi setiap pengunjung,” kata Hendri.
Sejumlah fasilitas yang rusak, termasuk gazebo, diminta untuk segera diperbaiki. Pemkot juga mengaktifkan kembali kolam air mancur yang ada di kawasan tersebut.
Penataan akses pengunjung ikut menjadi perhatian. Sistem parkir diatur ulang dengan memisahkan area VIP di bagian depan dan parkir umum di bagian belakang.
Untuk memberi ruang kunjungan yang lebih fleksibel, jam operasional PDIKM pun diperpanjang hingga pukul 21.00 WIB.
Tak hanya itu, petugas dan pemandu wisata diwajibkan melayani pengunjung dengan ramah dan memberikan informasi yang lengkap.
Hendri juga meminta pemantauan rutin terhadap kesehatan satwa yang berada di kawasan PDIKM.
Di sisi ekonomi, pemerintah kota mendorong agar deretan ruko di area tersebut segera dimanfaatkan oleh pelaku UMKM lokal.
“Deretan ruko di kawasan PDIKM harus segera difungsikan dan diisi oleh pelaku UMKM agar dapat meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus menjadi ruang promosi produk lokal,” tegasnya.
Pentas seni rutin juga diwajibkan digelar untuk memperkuat identitas budaya daerah.
Kegiatan itu akan dijalankan melalui kerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) serta komunitas seni setempat.
Pemkot berharap pembenahan ini membuat PDIKM tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga ruang kreatif yang mendorong pertumbuhan pariwisata Padang Panjang.











