Padang – Gun Sugianto resmi memimpin Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumatera Barat periode 2025-2030 setelah dilantik di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Sabtu (4/7/2026).

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Dekopin, Bambang Haryadi, dan disaksikan Sekretaris Kementerian Koperasi RI Ahmad Zabadi serta Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy.

Gun sebelumnya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah (Musywil) pada Oktober 2025. Ia mendapat dukungan penuh dari 19 Dekopinda kabupaten/kota dan sembilan koperasi sekunder.

Dalam sambutannya, Ahmad Zabadi menekankan pentingnya perubahan arah usaha koperasi agar tidak berhenti di sektor simpan pinjam. Menurut dia, koperasi perlu masuk ke sektor riil agar lebih berkembang dan berdaya saing.

Ia juga menyebut pemerintah pusat telah menyiapkan dukungan pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Skema itu menyediakan plafon hingga Rp250 miliar bagi koperasi yang memenuhi syarat.

Ahmad menegaskan Sumatera Barat memiliki tanggung jawab sejarah sebagai tanah kelahiran Mohammad Hatta. Karena itu, daerah ini dinilai harus tampil sebagai motor lahirnya koperasi modern yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Pemerintah, lanjutnya, juga mengalokasikan sumber daya besar, termasuk belanja modal triliunan rupiah, untuk memperkuat pengembangan Koperasi Merah Putih di seluruh desa.

Menanggapi arahan tersebut, Gun Sugianto menyatakan kesiapan Dekopinwil Sumbar menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Ia menegaskan pihaknya akan memperkuat pendampingan, edukasi, dan advokasi bagi koperasi di daerah.

“Dekopinwil Sumbar siap mengambil peran yang lebih aktif untuk meningkatkan profesionalisme dan daya saing koperasi,” ujar Gun.

Ia juga menyampaikan harapan agar Sumatera Barat bisa menjadi tuan rumah Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2027.

Sementara itu, Vasko Ruseimy mendukung perluasan peran koperasi ke sektor-sektor strategis. Ia menilai bidang olahraga dan tambang rakyat memiliki potensi besar untuk dikelola melalui koperasi.

Menurut Vasko, pengembangan itu dapat membuka peluang usaha baru yang dikelola secara profesional agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *