Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman menggelar pelatihan pembuatan batik cap bagi 20 peserta di Aula Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM, Selasa (7/7/2026), sebagai upaya mendorong ekonomi kreatif dan memperkuat pendapatan keluarga dari rumah.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengatakan pelatihan itu menjadi bagian dari program unggulan “Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga” yang dirancang untuk membekali masyarakat dengan keterampilan mandiri.

“Program ini kita siapkan agar setiap rumah tangga punya kemampuan sendiri, baik lewat batik maupun produksi makanan,” kata Yota.

Ia menambahkan, peserta tidak hanya dituntut memahami teknik membatik, tetapi juga mampu mengembangkan usaha yang bisa menopang kemandirian ekonomi keluarga.

Menurut Yota, kreativitas peserta juga menjadi faktor penting agar Batik Sampan khas Pariaman semakin dikenal luas di pasar yang lebih besar.

Untuk memastikan produk lokal punya pasar yang berkelanjutan, pemerintah daerah menyiapkan langkah lanjutan dengan memanfaatkan batik hasil karya peserta sebagai seragam sekolah.

Yota menyebut, Pemkot Pariaman akan menganggarkan seragam batik gratis bagi siswa SD pada tahun depan jika kualitas produk dinilai memenuhi standar.

Selain itu, pemerintah juga berencana mewajibkan penggunaan batik lokal bagi siswa SMA mulai 2027.

Langkah tersebut diambil agar batik daerah memiliki pasar yang jelas dan berkesinambungan.

Yota pun meminta peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius.

“Ini langkah awal untuk memperbaiki ekonomi keluarga,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *