Padang – Kementerian Dalam Negeri menegaskan situasi keamanan di Sumatera Barat tetap aman dan kondusif setelah kasus dugaan perakitan bom yang melibatkan seorang peserta didik MAN 3 Padang. Hasil penyelidikan aparat menyimpulkan peristiwa itu tidak mengarah pada tindak pidana terorisme, melainkan tindak pidana umum yang dipengaruhi tekanan psikologis dan paparan konten negatif di media sosial.
Penegasan itu disampaikan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Akmal Malik, saat meninjau langsung MAN 3 Padang, Rabu (15/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau situasi di lapangan sekaligus memastikan penanganan kasus berjalan menyeluruh.
Akmal mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Sumbar, aparat keamanan, dan seluruh instansi terkait yang bergerak cepat merespons kejadian itu. Menurutnya, koordinasi yang baik membuat kasus tersebut tidak berkembang menjadi gangguan terhadap stabilitas daerah.
“Situasi di Sumatera Barat tetap aman dan kondusif. Penanganan yang cepat serta koordinasi yang baik menjadi kunci sehingga peristiwa ini tidak berkembang menjadi ancaman terhadap stabilitas daerah,” kata Akmal di Padang.
Ia menilai kasus itu menjadi pelajaran penting bagi seluruh daerah untuk memperkuat deteksi dini, termasuk di lingkungan pendidikan. Akmal menekankan perlunya sinergi pemerintah daerah melalui Badan Kesbangpol, Densus 88 Antiteror, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, sekolah, dan keluarga. Peran guru bimbingan dan konseling juga dinilai penting untuk mengenali perubahan perilaku peserta didik sejak dini.
Selain itu, Akmal menyebut kasus di MAN 3 Padang akan dibahas bersama para gubernur se-Indonesia sebagai bahan perumusan langkah strategis nasional. Pembahasan itu diarahkan untuk memperkuat pencegahan radikalisme, kekerasan, dan potensi gangguan keamanan di lingkungan pendidikan.
Kasatgaswil Densus 88 Antiteror Sumbar, Kombes Pol. Jim Brilliant Birnes, mengatakan hasil investigasi tidak menemukan keterlibatan jaringan terorisme dalam kasus tersebut. Dari pemeriksaan, pelaku mempelajari cara merakit bahan peledak secara mandiri melalui media sosial tanpa berafiliasi dengan kelompok teroris.
Menurut Jim, faktor utama yang melatarbelakangi peristiwa itu adalah tekanan psikologis yang menumpuk akibat perundungan dalam waktu lama, ditambah mudahnya akses ke konten negatif di media sosial. Saat ini, yang bersangkutan telah ditempatkan di rumah aman untuk mendapat pendampingan, sementara proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan.
Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Agama Ditjen Polpum Kemendagri, Bisri, menegaskan pemerintah tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak dalam penanganan kasus tersebut. Langkah itu dilakukan melalui pemenuhan hak pendidikan, pendampingan psikologis, dan rehabilitasi sosial, tanpa mengabaikan proses hukum.
Kepala Badan Kesbangpol Sumbar, Mursalim, mengatakan penguatan sistem deteksi dini di lingkungan pendidikan harus menjadi perhatian bersama. Ia menilai keputusan mengenai keberlanjutan pendidikan pelaku perlu didasarkan pada hasil asesmen psikologis profesional agar pemulihan psikis berjalan optimal tanpa menambah beban mental.
Pihak MAN 3 Padang juga menyatakan komitmennya menjaga kondusivitas sekolah dan memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung normal. Sekolah akan memperkuat komunikasi dengan orang tua, sekaligus meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap peserta didik sebagai langkah pencegahan.
Melalui kunjungan itu, Kemendagri kembali menegaskan bahwa kasus di MAN 3 Padang tidak mengganggu stabilitas keamanan di Sumbar. Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk membangun sistem deteksi dini, meningkatkan literasi digital, mencegah perundungan, serta memastikan perlindungan dan pemulihan anak berjalan seiring dengan penegakan hukum.
Dalam kunjungan tersebut, Akmal Malik didampingi Bisri. Hadir pula Mursalim, Jim Brilliant Birnes, jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Padang, perwakilan Pemerintah Kota Padang, pihak MAN 3 Padang, serta unsur kewilayahan terkait.











