Padang – Kiprah Ridwan Tulus dalam mengenalkan Indonesia di kancah internasional menunjukkan bahwa diplomasi tidak selalu berjalan lewat jalur resmi pemerintahan. Melalui karya, pengabdian, dan jejaring lintas negara, ia membawa nama Indonesia hingga mendapat perhatian di Jepang.
Perjalanan itu bahkan terdokumentasi dalam buku berbahasa Jepang berjudul Kyusu Romance Walking. Buku tersebut mengulas persahabatan Indonesia-Jepang lewat kegiatan jalan kaki, budaya, pariwisata, dan perdamaian.
Di dalamnya diceritakan, Ridwan Tulus bersama rekan-rekannya dari Japan Walking Association (JWA) menggelar aksi jalan kaki damai mengelilingi Pulau Kyusu dengan membawa bendera Merah Putih usai tragedi Bom Bali I. Aksi itu disambut hangat masyarakat Jepang sebagai simbol solidaritas dan persahabatan antarbangsa.
Pengakuan terbesar terhadap kiprahnya datang pada 2002. Saat itu, Japan Walking Association memberi kehormatan kepada Ridwan Tulus untuk membuka kegiatan jalan kaki internasional di Tokyo.
Ia tampil sebagai wakil Indonesia di hadapan peserta dari berbagai negara. Momen itu menegaskan bahwa citra bangsa juga bisa dibangun oleh warga negara melalui dedikasi dan kontribusi nyata.
Apresiasi terhadap Ridwan Tulus juga datang dari dalam negeri. Harian Kompas menempatkannya sebagai salah satu Tokoh Kompas, bahkan foto profilnya tampil di Kalender Kompas 2004.
Dalam kalender itu tercantum kalimat, “Saya tetap optimis dengan dunia pariwisata Indonesia.” Optimisme tersebut kemudian diwujudkan melalui gagasan-gagasan yang ikut mewarnai dunia pariwisata.
Ridwan Tulus memperkenalkan konsep Life Experience Tourism, Green Tourism, Sotopreneurship atau Social Tourism Entrepreneurship, serta Healthy Destination melalui pendekatan Forest Healing dan Oceanic Healing.
Beragam konsep itu menempatkan pariwisata bukan semata sebagai penggerak ekonomi. Pariwisata juga diposisikan sebagai sarana membangun kualitas manusia, menjaga lingkungan, memperkuat budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di luar bidang pariwisata, Ridwan Tulus juga mengantongi sejumlah penghargaan dan pengakuan. Ia tercatat sebagai Tokoh ASEAN Risk Management, masuk dalam buku 1001 Tokoh Minangkabau, serta meraih penghargaan Tokoh Pahlawan Keluarga Indonesia dari program Kick Andy Metro TV.
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, perjalanan Ridwan Tulus menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan tidak berhenti pada masa merebut kemerdekaan. Semangat itu terus hidup melalui karya, inovasi, dan pengabdian yang membawa Indonesia semakin dikenal di dunia.
Kemerdekaan, dengan demikian, tidak hanya dimaknai sebagai mengenang jasa para pahlawan. Lebih dari itu, kemerdekaan juga menjadi dorongan untuk melahirkan karya yang bermanfaat bagi bangsa dan dunia.











