IV Koto – Pengurus masjid se-Kecamatan IV Koto mengikuti Training Manajemen Masjid Komprehensif di Aula Kantor Camat IV Koto pada Minggu (25/10).

Kegiatan ini menekankan pentingnya menghidupkan masjid melalui berbagai aktivitas keagamaan dan pembinaan karakter generasi muda.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa memakmurkan masjid tidak cukup hanya dengan merenovasi bangunan secara fisik.

Ia menyatakan bahwa masjid harus menjadi pusat ketaatan dan pembinaan umat agar memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Memakmurkan masjid bukan hanya membangun atau merenovasi gedungnya, yang lebih penting adalah bagaimana masjid itu diisi dengan ketaatan, ibadah, serta menjadi tempat pembinaan umat,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi mendorong para pengurus masjid untuk mengelola tempat ibadah secara profesional agar fungsi masjid dapat berjalan optimal.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berencana memilih satu masjid dan satu surau terbaik dari tiap kecamatan untuk dikunjungi dalam program Safari Ramadan mendatang.

“Mana masjid yang paling imarah, nanti kita lihat, satu masjid dan satu surau dalam satu kecamatan akan kita pilih untuk dikunjungi dalam Safari Ramadan,” kata Mahyeldi.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Agam, Benni Warlis, menyatakan bahwa optimalisasi fungsi masjid merupakan langkah konkret untuk mewujudkan visi Agam Madani.

Benni menekankan bahwa nilai-nilai keagamaan harus diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar menjadi wacana dalam dokumen atau pidato.

“Bagaimana Agam Madani ini tidak hanya ada dalam dokumen dan pidato, tetapi benar-benar terimplikasi di tengah kehidupan masyarakat, itu yang harus kita wujudkan bersama,” ujar Benni.

Pemerintah Kabupaten Agam terus menggalakkan gerakan Bangkit dari Surau untuk memperkuat basis kegiatan keumatan.

Benni menilai masjid memiliki potensi besar sebagai pusat pendidikan, kegiatan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Ia mengingatkan pentingnya peran pengurus masjid dalam memberikan keteladanan langsung bagi generasi muda.

“Target kita adalah generasi, kita tidak mungkin mengubah generasi tanpa memberikan keteladanan, karena itu kita juga harus menjadi teladan bagi generasi berikutnya agar mereka memiliki contoh yang baik,” jelas Benni.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menjadikan masjid sebagai basis utama kebangkitan umat di seluruh wilayah Kabupaten Agam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *