Padang – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatra Barat membongkar sindikat mafia bahan bakar minyak bersubsidi yang beroperasi di wilayah hukumnya.
Aparat kepolisian menangkap sebanyak 25 orang tersangka dari 24 laporan polisi yang berhasil diungkap tim gabungan Polda dan Polres setempat.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyatakan operasi ini menjadi wujud nyata instruksi Kapolri untuk menindak tegas segala bentuk penyimpangan distribusi BBM.
“Ini adalah komitmen kami mengawal distribusi BBM agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi,” ujar Susmelawati saat memberikan keterangan pers di Padang, Senin (26/10/26).
Para pelaku menjalankan modus operandi dengan melangsir BBM jenis Pertalite dan biosolar dari SPBU menggunakan harga resmi.
Mereka kemudian menimbun bahan bakar tersebut untuk dijual kembali kepada pengepul dengan harga yang lebih tinggi.
Tim Ditreskrimsus Polda Sumbar di bawah komando Kombes Pol Siswantoro menemukan taktik baru yang digunakan pelaku untuk mengelabui aparat.
Para tersangka menyembunyikan ribuan liter BBM ke dalam kantong plastik bening yang biasanya digunakan sebagai wadah ikan.
Plastik berisi BBM tersebut kemudian dibalut karung pupuk dan disembunyikan di dalam boks ikan untuk menyamarkan barang bukti.
“Para tersangka menyalahgunakan pengangkutan dan niaga BBM bersubsidi untuk meraup keuntungan berlipat,” ungkap Dirreskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Siswantoro.
Siswantoro menambahkan bahwa pihaknya menemukan cara-cara baru yang licik untuk menyamarkan barang bukti di lapangan.
Selain mengamankan 25 tersangka, polisi menyita ribuan liter BBM bersubsidi serta puluhan kendaraan roda empat yang digunakan dalam praktik ilegal tersebut.
Para pelaku dijerat Pasal 55 juncto Pasal 54 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam UU Cipta Kerja.
Tersangka terancam hukuman maksimal enam tahun penjara serta denda hingga Rp60 miliar.
Polda Sumbar akan terus memperketat pengawasan guna mencegah praktik serupa terulang kembali.
Petugas akan melakukan patroli harian secara intensif di sejumlah SPBU untuk menutup ruang gerak para mafia BBM di seluruh wilayah Sumatra Barat.











