Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, mempercepat kepulangannya dari Malaysia akibat bencana yang melanda wilayahnya.
Mahyeldi dijadwalkan meninjau langsung lokasi banjir dan tanah longsor di Agam pada Kamis (27/11) pagi, setibanya di tanah air.
Bencana besar melanda Sumbar dalam beberapa hari terakhir, dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan terkait potensi cuaca ekstrem ini sejak sebulan lalu.
Laporan pandangan mata mengenai musibah banjir dan longsor membanjiri media sosial, terutama dari wilayah kaki Gunung Singgalang, Malalak, Balingka, Galudua Koto Tuo, dan Kota Padang.
Di ibu kota provinsi, sejumlah perumahan terendam banjir, jalanan putus, dan jembatan hanyut.
BMKG memprediksi hujan masih akan terus mengguyur hingga 29 November 2025.
Wakil Gubernur Sumbar, Vasco, telah berada di lokasi bencana dan memerintahkan pendirian dapur umum untuk membantu para korban.










