Lima Puluh Kota – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meluncurkan Program Zakat Community Development (ZCD) Kampung Zakat di Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis (9/7/2026). Program yang melibatkan BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota, Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan berbagai lembaga zakat itu diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong pemulihan ekonomi lewat pengembangan usaha tenun sebagai sektor unggulan nagari.

Mahyeldi mengatakan peluncuran Kampung Zakat bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari upaya membangun harapan baru bagi masyarakat. Ia menegaskan zakat harus hadir sebagai instrumen pemberdayaan yang mampu melahirkan usaha produktif, meningkatkan pendapatan warga, dan mempercepat bangkitnya ekonomi daerah, terutama di tengah proses pemulihan pascabencana.

Menurut Mahyeldi, pemilihan tenun sebagai fokus pemberdayaan merupakan langkah strategis karena memiliki nilai ekonomi sekaligus mencerminkan identitas budaya Minangkabau. Ia optimistis, dengan pendampingan yang berkelanjutan, produk tenun Nagari Ampalu dapat bersaing di pasar nasional hingga internasional.

“Kualitas produk harus terus dijaga, inovasi harus dikembangkan, dan pemasarannya harus diperkuat. Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan siap membuka akses pasar agar produk tenun Ampalu semakin dikenal dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Mahyeldi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran berzakat. Menurutnya, potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf di Sumatera Barat sangat besar jika dikelola secara profesional untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan umat.

“Harapan kita, penerima manfaat program ini tidak selamanya menjadi mustahik. Dengan usaha yang berkembang, mereka dapat naik kelas menjadi muzakki sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Wakil Ketua BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEC., Ak., CPA, menyebut Program Kampung Zakat Nagari Ampalu merupakan hasil kolaborasi lintas pihak dengan dukungan anggaran hampir Rp1,9 miliar. Dana itu mencakup sektor pertanian, peternakan, perkebunan, serta pemberdayaan kelompok penenun melalui Program ZCD.

“Khusus untuk kelompok tenun, kami menghadirkan peralatan yang lebih modern, pelatihan, pembangunan fasilitas produksi, hingga sistem pembayaran upah sejak awal proses produksi. Harapannya, produktivitas meningkat, pendapatan pengrajin bertambah, dan produk tenun Ampalu mampu menembus pasar internasional melalui jaringan yang dimiliki BAZNAS RI,” jelas Mahdum.

Bupati Lima Puluh Kota H. Safni menyatakan pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan Kampung Zakat melalui penguatan produk unggulan daerah dan pemberdayaan masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, PT PLN (Persero) UP3 Payakumbuh menyerahkan bantuan pemasangan listrik gratis bagi tujuh rumah tangga kurang mampu di kawasan Kampung Zakat.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEC., Ak., CPA, Bupati Lima Puluh Kota H. Safni, Ketua GOW Kabupaten Lima Puluh Kota Ny. Melinda Ahlul Badrito Resi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat H. Mustafa, MA, jajaran kepala OPD Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Lima Puluh Kota, Ketua BAZNAS Sumbar Nurman Agus, Ketua BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota H. Yulius, M.Ag., Ph.D., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota H. Eri Iswandi, Manager PLN UP3 Payakumbuh Yessi Indra, jajaran BAZNAS kabupaten/kota se-Sumatera Barat, serta Wali Nagari Ampalu Andrizal, SH.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *