Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperketat koordinasi lintas instansi untuk mempercepat pemulihan akses transportasi yang terganggu akibat kerusakan infrastruktur. Langkah ini ditempuh agar distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok masyarakat di jalur logistik utama tetap lancar.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, mengatakan penanganan dilakukan secara terpadu bersama Dinas Perhubungan, Dinas BMCKTR, BPJN, Pertamina Patra Niaga, pemerintah kabupaten/kota, dan Polda Sumatera Barat.

“Kami terus memperkuat koordinasi dengan seluruh instansi agar kendala di lapangan segera teratasi dan distribusi kebutuhan masyarakat tetap terjaga,” ujar Arry, Kamis (9/7/2026).

Saat ini, perhatian utama pemerintah tertuju pada Jembatan Jurai di kawasan Bungus yang menjadi jalur distribusi strategis. Pemerintah mendorong percepatan perbaikan jembatan itu dengan menambah jam kerja serta menerapkan langkah teknis lain agar akses transportasi segera pulih.

Sebagai penunjang, pemerintah bersama instansi terkait juga terus mengatur arus lalu lintas dan melakukan evaluasi harian di titik-titik prioritas.

Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Susmelawati, menegaskan kepolisian mendukung penuh upaya tersebut melalui pengawalan ketat kendaraan logistik.

“Kami menginstruksikan jajaran kewilayahan untuk mengatur lalu lintas di titik kemacetan guna mengoptimalkan distribusi BBM ke berbagai daerah,” kata Susmelawati.

Arry menekankan koordinasi ini penting untuk menjaga stabilitas rantai pasok agar aktivitas ekonomi dan pelayanan publik tetap berjalan normal. Pemerintah provinsi pun akan terus memantau situasi bersama seluruh pemangku kepentingan hingga distribusi benar-benar kembali pulih.

Ia juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota untuk ikut bersinergi mengatur wilayah masing-masing demi mempercepat proses pemulihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *