Padang – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) siapkan sejumlah langkah antisipasi lonjakan penumpang pada periode mudik Lebaran 2026. Salah satunya dengan membuka Posko Terpadu Angkutan Lebaran.
Posko ini akan beroperasi mulai 10 hingga 30 Maret 2026, melibatkan berbagai instansi seperti Otoritas Bandara, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, TNI/Polri, BMKG, Imigrasi, Bea Cukai, hingga operator transportasi darat.
Manajemen BIM menyatakan fokus utama posko adalah menjaga keselamatan penerbangan, meningkatkan kualitas pelayanan, memastikan kesiapan fasilitas, memperkuat koordinasi antar instansi, dan mengantisipasi lonjakan penumpang.
“Angkutan Lebaran adalah momentum dengan mobilitas tinggi. Kesiapan fasilitas, operasional, dan koordinasi menjadi fokus utama,” ujar perwakilan manajemen BIM.
Untuk kelancaran perjalanan, calon penumpang diimbau tiba di bandara 2-3 jam sebelum keberangkatan, memastikan dokumen lengkap, menggunakan transportasi resmi, mengikuti arahan petugas, dan menyiapkan saldo e-money untuk parkir.
BIM menyediakan berbagai moda transportasi seperti kereta api bandara, taksi resmi, transportasi online, bus DAMRI, dan rental kendaraan. Fasilitas seperti food court, coffee shop, toko oleh-oleh, dan ATM juga tersedia.










