Bukittinggi – Kota Bukittinggi kembali meraih prestasi di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Peringkat Utama sebagai Kota Layak Anak (KLA). Penghargaan ini diraih menjelang peringatan HUT RI ke-80.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias. Acara penyerahan berlangsung di Auditorium KH. M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat, Jumat (8/8).
Ramlan Nurmatias, didampingi Kepala Dinas DP3APPKB, Nauli Handayani, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini.
Menurutnya, penghargaan ini merupakan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan yang ramah bagi anak.
Prestasi Bukittinggi meningkat dari Kategori Nindya menjadi peringkat Utama. Bukittinggi menjadi satu-satunya daerah di Sumatera Barat yang meraih pencapaian tersebut.
“Saya berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk terus berinovasi serta memperkuat sinergi,” ujar Ramlan.
Ia menambahkan, sinergi ini diharapkan agar seluruh anak di Bukittinggi dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman dan penuh kepedulian.
Penghargaan ini diberikan kepada kabupaten/kota yang dinilai berhasil mengimplementasikan 24 indikator KLA. Indikator tersebut mencakup hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta perlindungan khusus bagi anak.
Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, mengapresiasi dedikasi seluruh pihak dalam mendukung evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak tahun 2024-2025.
Ia menegaskan bahwa program KLA merupakan komitmen daerah dalam membangun sistem perlindungan anak yang menyeluruh, terencana, dan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi seluruh jajaran kementerian dan lembaga yang terlibat aktif dalam proses verifikasi pusat,” kata Arifatul.
Arifatul menambahkan, KLA adalah jembatan antara regulasi nasional dan perlindungan anak di tingkat lokal. Tujuannya agar setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan mampu mencapai potensi maksimalnya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. Pratikno, Kepala BNPT Komjen Pol. Eddy Hartono, Ketua KPAI Ai Maryati Solihah, serta para gubernur dan wali kota dari seluruh Indonesia.











