Lubuk Basung – Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal SE MCom menerima kunjungan rombongan Bundo Kanduang Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) di ruang kerjanya, Jumat (5/6). Pertemuan itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penyaluran bantuan bagi warga Agam yang terdampak bencana alam.

Ketua rombongan, H Herlina Hasan Basri, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian perantau Minang terhadap masyarakat di kampung halaman yang tengah menjalani masa pemulihan pascabencana.

“Bundo Kanduang DPP IKM merasa terpanggil untuk hadir dan berbagi dengan masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan pascabencana,” kata Herlina.

Ia menyampaikan, bantuan diberikan kepada sejumlah keluarga terdampak sebagai tanda solidaritas sekaligus dukungan moril bagi warga. Herlina juga mengapresiasi sambutan Pemerintah Kabupaten Agam serta upaya daerah itu dalam melakukan penanganan dan pemulihan pascabencana.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang hangat dari Pemerintah Kabupaten Agam. Kami juga memberikan apresiasi atas kerja keras pemerintah daerah dalam melakukan penanganan dan pemulihan pascabencana yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain menyerahkan bantuan, rombongan Bundo Kanduang DPP IKM turut mengingatkan pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai adat Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Menurut Herlina, nilai tersebut menjadi benteng kuat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Agam bersama seluruh elemen masyarakat terus memperkuat penerapan falsafah itu dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda.

Menanggapi hal itu, Muhammad Iqbal menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada rombongan Bundo Kanduang DPP IKM yang telah datang ke Kabupaten Agam.

“Kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi kunjungan ini. Kehadiran Bundo Kanduang DPP IKM menjadi bukti nyata kepedulian perantau Minang terhadap kampung halaman, terutama kepada masyarakat yang sedang berjuang bangkit pasca bencana,” ujarnya.

Wabup juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disalurkan kepada warga terdampak. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat membantu mempercepat pemulihan dan meringankan beban masyarakat.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Agam terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan mempercepat program pemulihan pascabencana, baik dari sisi infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat.

Terkait penguatan nilai adat dan keagamaan, Muhammad Iqbal menjelaskan pemerintah daerah memiliki sejumlah program yang selaras dengan semangat falsafah Minangkabau, di antaranya Program Baliak Ka Surau dan Nagari Creative Hub.

Melalui program itu, masjid dan surau tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karakter, pendidikan, kegiatan sosial, dan pengembangan kreativitas masyarakat, terutama generasi muda.

“Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman saat ini. Dengan memperkuat nilai agama dan adat, kita dapat membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki jati diri yang kuat sebagai orang Minangkabau,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *