Tanah Datar – Bencana hidrometeorologi melanda Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, sejak akhir November 2025. Pemerintah daerah bergerak cepat menetapkan status tanggap darurat dan fokus pada pemulihan akses serta bantuan warga.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, terjun langsung memimpin penanganan dampak banjir bandang yang meluas ke 12 kecamatan dan 36 nagari.

Ribuan warga terpaksa mengungsi. Data terakhir mencatat 34 rumah hanyut, puluhan lainnya rusak berat hingga ringan. Infrastruktur seperti jembatan juga mengalami kerusakan parah, bahkan ada nagari yang sempat terisolir.

“Prioritas utama kami adalah membuka kembali akses jalan yang tertimbun material banjir,” tegas Eka Putra.

Pemkab Tanah Datar mengerahkan alat berat dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Balai Wilayah Sungai Sumatera Barat dan perusahaan swasta, untuk mempercepat pembersihan dan penimbunan jalan.

Selain itu, dapur umum dan posko pengungsian didirikan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Bantuan logistik juga disalurkan hingga ke wilayah terpencil melalui jalur alternatif seperti penyeberangan Danau Singkarak.

Masa tanggap darurat diperpanjang hingga 17 Desember 2025. Pemkab Tanah Datar tengah menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur dan permukiman, tetapi juga sektor pertanian. Kerusakan irigasi dan lahan sawah mencapai ratusan hektare. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka akibat bencana ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *