TANAH DATAR – Masyarakat korban bencana di Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, segera memiliki hunian tetap (huntap) yang layak. Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan 80 unit huntap telah dilakukan pada Kamis (19/2/2026).

Pembangunan huntap ini menjadi yang pertama di Pulau Sumatera, menandai babak baru pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak, termasuk Danantara dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, dalam mewujudkan hunian yang layak bagi warganya.

“Terima kasih kepada dua putra asli Ranah Minang hebat,” ujar Eka Putra, menyoroti peran Dony Oskaria dari Danantara yang merupakan putra daerah Tanah Datar.

Dony Oskaria, COO Danantara, menegaskan bahwa pembangunan huntap bukan hanya sekadar menyediakan tempat tinggal, tetapi juga menjadi katalisator kebangkitan ekonomi masyarakat.

“Pembangunan huntap ini bukan hanya rumah, tetapi menjadi pembangkit ekonomi masyarakat,” kata Dony.

Andre Rosiade menambahkan, pembangunan huntap ini adalah wujud nyata kolaborasi antara Danantara dan BUMN dalam penanganan bencana.

Proyek pembangunan huntap ini dipercayakan kepada PT Nindya Karya, yang sebelumnya sukses membangun hunian sementara (huntara) di Malalo dalam waktu singkat.

Selain di Tanah Datar, program serupa direncanakan akan dilaksanakan di Aceh dan Sumatera Utara sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana berbasis kolaborasi BUMN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *