Agam – Warga dan TNI bahu-membahu membangun jembatan darurat dari batang kelapa setelah jembatan Masang di Sungai Batang putus akibat bencana alam. Akses vital ini kini bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat.

Pembangunan jembatan darurat ini meringankan beban masyarakat yang sempat terisolasi akibat putusnya jalur logistik dan mobilitas.

Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Marves, Rahmat Kaimuddin, meninjau langsung lokasi dan mengapresiasi gerak cepat warga dan TNI.

“Upaya cepat tanggap di lapangan menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa,” ujar Rahmat.

Pemerintah pusat masih mengumpulkan data kerusakan infrastruktur di tiga provinsi terdampak untuk merencanakan pemulihan jangka panjang.

“Tugas kami melihat bagaimana kita perantara kerja sama pemerintah pusat, daerah, supaya infrastruktur kita bisa kembali normal,” jelas Rahmat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *