Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, mendesak pemerintah pusat untuk memprioritaskan pemulihan sistem irigasi di Sumatera Barat (Sumbar) pasca-bencana. Kerusakan irigasi dinilai mengancam ketahanan pangan daerah.

Rahmat Saleh menyampaikan hal ini saat pembukaan Masa Sidang III Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, pemulihan irigasi adalah kunci utama untuk membangkitkan kembali sektor pertanian Sumbar yang terdampak bencana hidrometeorologi.

“Kalau kita bicara pemulihan Sumbar pasca bencana, maka irigasi adalah pintu masuknya,” tegas Rahmat.

Politisi tersebut menambahkan, tanpa irigasi yang berfungsi optimal, produktivitas petani akan terus menurun dan berdampak luas pada perekonomian daerah.

Rahmat mengungkapkan, perkiraan awal kebutuhan anggaran untuk memulihkan irigasi di Sumbar mencapai Rp 2 triliun.

Ia berjanji akan mendorong agar anggaran pemulihan irigasi Sumbar menjadi prioritas dalam pembahasan di Komisi IV DPR RI.

Selain itu, Rahmat juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian, terutama dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum, untuk memastikan program pemulihan berjalan maksimal.

Rahmat juga menyarankan agar pemerintah daerah dan kelompok tani dilibatkan dalam perencanaan pemulihan irigasi, agar pembangunan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Selain irigasi, Rahmat juga menyoroti pentingnya pemulihan sektor pertanian secara komprehensif, termasuk perbaikan akses jalan produksi, ketersediaan benih, dan perlindungan terhadap risiko gagal panen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *