PADANG – Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, memberikan dukungan nyata bagi pengembangan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Rizki di Kelurahan Sawahan Timur, Kota Padang.
Bantuan tersebut mencakup bibit tanaman, rak, hingga sarana budidaya yang bertujuan mengoptimalkan lahan terbatas di kawasan perkotaan.
Penasehat KWT Sumber Rizki, Rini Susanti, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat krusial bagi keberlangsungan usaha kelompoknya.
“Alhamdulillah, ketika kami mengajukan bantuan untuk mengembangkan budidaya jahe, Bapak Muhidi merespons dengan memberikan bantuan bibit jahe, rak, serta tempat untuk menanam,” ujar Rini pada Jumat (30/10/2026).
Rini menjelaskan bahwa kegiatan budidaya jahe yang dirintis sejak tahun 2020 kini telah berkembang menjadi produk olahan minuman serbuk bermerek Jahe Sumber Rizki.
Kelompok yang beranggotakan 20 orang ini kini memiliki legalitas usaha dan terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi serta jangkauan pemasaran.
Ketua KWT Sumber Rizki, Osriza, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian berkelanjutan yang diberikan oleh Muhidi terhadap kelompoknya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Muhidi yang selama ini memberikan perhatian kepada KWT Sumber Rizki,” tutur Osriza.
Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi anggota untuk terus mengelola tanaman seperti kangkung, terong, cabai, dan pisang secara produktif.
Hasil pertanian tersebut diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti dendeng bayam Brasil, keripik pisang, dan serundeng pisang.
Selain aktivitas bercocok tanam, KWT Sumber Rizki juga rutin melakukan kegiatan pembibitan dan pengolahan hasil panen secara gotong royong.
Program pengembangan kelompok kini meluas dengan adanya bantuan bibit lidah buaya yang telah tumbuh subur di lingkungan Sawahan Timur.
Anggota kelompok, Gusmaweli, berharap adanya tindak lanjut berupa pelatihan teknik pengolahan lidah buaya agar tanaman tersebut memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Bantuan bibit lidah buaya dari Bapak Muhidi saat ini sudah berkembang dan kami berharap ke depan mendapatkan pengetahuan tentang cara mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat,” kata Gusmaweli.
Kelompok ini menargetkan pemanfaatan lahan secara maksimal agar mampu memberikan dampak ekonomi bagi keluarga para anggotanya.











