Bukittinggi – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendesak seluruh perguruan tinggi untuk menjadi garda terdepan dalam memerangi penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sumatera Barat, Mursalim, menyampaikan instruksi tersebut saat membuka Musyawarah Nasional dan Seminar Internasional ARTIPENA ke-IV di Universitas Fort de Kock, Bukittinggi, Sabtu (24/10/2026).
Mursalim menekankan bahwa kampus memiliki peran krusial sebagai pusat pembentukan karakter di tengah maraknya ancaman narkoba pada era digital.
Ia menyebut institusi pendidikan tinggi harus mampu menjaga integritas moral mahasiswanya dari paparan obat-obatan terlarang.
“Kampus adalah benteng intelektual dan moral untuk membentuk generasi yang cerdas, tangguh, sehat, dan berintegritas,” tegas Mursalim mewakili Gubernur Mahyeldi Ansharullah.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong sinergi lintas sektor antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan dunia usaha untuk menekan peredaran narkotika.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kampanye kreatif, penyediaan layanan konseling, serta akses rehabilitasi bagi mahasiswa.
Mursalim menambahkan bahwa falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah menjadi landasan kuat untuk membentengi generasi muda dari pengaruh buruk narkoba.
Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisama, menyatakan bahwa gerakan Kampus Bersinar harus berfokus pada penguatan kejujuran dan moralitas mahasiswa.
Lembaga tersebut kini mendorong pembentukan konsorsium perguruan tinggi untuk mengintensifkan penelitian terkait pencegahan narkotika.
Dalam forum yang sama, Rektor Universitas Fort de Kock, Evi Hasnita, resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPW ARTIPENA Sumatera Barat.
Evi berkomitmen untuk memperkuat satuan tugas anti-narkoba di lingkungan kampus melalui pendekatan yang humanis serta edukatif.
Ketua Umum ARTIPENA, Sutarto Hadi, berharap forum ini mampu menghasilkan program kerja konkret yang berkelanjutan.
“Perlu program kerja konkret yang berkelanjutan agar jejaring antarkampus dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika semakin solid,” ujar Sutarto.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, jajaran BNN, serta akademisi dari berbagai daerah.
Rangkaian acara tersebut juga menyelenggarakan seminar internasional yang menghadirkan pakar untuk membahas strategi perlindungan generasi muda dari jeratan narkotika.











