Tangerang Selatan – Bupati Agam, Benni Warlis, mengajak tokoh dan perantau asal Agam serta Bukittinggi untuk bersatu dalam membangun kampung halaman.
Ajakan tersebut disampaikan dalam acara Silaturahmi Tokoh dan Perantau Agam-Bukittinggi Tahun 2026 di Ruang Blandongan, Kantor Pemerintah Kota Tangerang Selatan, pada Minggu (1/11).
Bupati menilai keberhasilan para perantau di berbagai sektor merupakan potensi besar yang harus dihimpun demi kesejahteraan daerah asal.
Pertemuan ini menjadi langkah awal pembentukan Wadah Bersama Agam-Bukittinggi tingkat nasional hingga internasional.
Organisasi ini dirancang sebagai sarana komunikasi serta perekat hubungan masyarakat Agam dan Bukittinggi yang tersebar di seluruh dunia.
Benni Warlis menekankan bahwa ikatan sejarah dan budaya yang kuat antara ranah dan rantau merupakan modal utama pembangunan.
“Pertemuan hari ini bukan sekadar ajang melepas rindu dan mempererat silaturahmi, lebih dari itu, kita ingin membangun kesamaan visi, memperkuat komunikasi, serta merumuskan langkah nyata untuk kemajuan Agam dan Bukittinggi,” ujar Bupati.
Ia memaparkan visi Agam Madani yang Maju, Adil, dan Sejahtera melalui lima program unggulan kepada para perantau.
Pemerintah Kabupaten Agam mengharapkan dukungan para perantau dalam bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, serta pengembangan ekonomi daerah.
Bupati membuka peluang bagi perantau dengan jaringan usaha dan pengalaman bisnis untuk berinvestasi di sektor pertanian, UMKM, hingga pariwisata.
“Kami berharap para perantau yang memiliki jaringan usaha, pengalaman bisnis, dan kemampuan investasi dapat mengambil bagian dalam mengembangkan potensi daerah,” ungkapnya.
Bupati menegaskan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dengan keahlian perantau akan menjadi kekuatan besar dalam mempercepat pembangunan.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyebut masyarakat perantau asal Agam dan Bukittinggi telah berkontribusi nyata bagi pembangunan kotanya.
Pilar mengapresiasi falsafah “Ranah Dikandung, Rantau Dipangku, Dunia Dijangkau” yang dipegang teguh oleh masyarakat Minangkabau.
Ketua Panitia, Ifrajoni Sutan Rajo Palembang, melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 145 peserta dari 10 provinsi di Indonesia.
Penggagas organisasi, Datuak Mangkuto Rajo, berharap wadah ini menjadi “Rumah Gadang Basamo” bagi seluruh perantau tanpa membedakan latar belakang.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, serta berbagai tokoh masyarakat dan perantau.
Kegiatan ini diharapkan mampu memicu kerja sama konkret antara masyarakat di kampung halaman dan perantauan untuk kemajuan daerah.











