PADANG – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Iqra Chissa, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan sosial serta derasnya arus teknologi digital.

Seruan tersebut disampaikan Iqra dalam agenda sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Sumatera Barat Nomor 17 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga.

Kegiatan berlangsung di Gedung Pertemuan DPD Golkar Kota Padang pada Minggu (18/10/2026).

Iqra menegaskan bahwa keluarga memegang peran sentral dalam membentuk karakter anak sekaligus menjaga keharmonisan rumah tangga.

Ia menyoroti pentingnya perhatian orang tua terhadap tumbuh kembang anak serta pengawasan ketat terhadap penggunaan teknologi informasi.

“Ketahanan keluarga harus dimulai dari lingkungan rumah, orang tua perlu membangun komunikasi yang baik, memberikan teladan, dan mendampingi anak dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujar Iqra.

Menurutnya, kemajuan teknologi informasi memang memberikan manfaat besar, namun akses konten digital yang tak terbatas menjadi tantangan serius bagi perkembangan anak.

Ia mengingatkan orang tua agar aktif melakukan pendampingan melalui komunikasi terbuka yang disesuaikan dengan usia anak masing-masing.

Iqra berpendapat bahwa pemenuhan kebutuhan ekonomi tidak cukup untuk menciptakan keluarga yang ideal.

Orang tua wajib menyediakan waktu berkualitas, membangun kedekatan emosional, serta menanamkan nilai moral sejak dini.

Ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan berbagai program pemerintah daerah guna memperkuat ekonomi keluarga.

Selain itu, Iqra menyoroti urgensi perhatian pemerintah terhadap perempuan yang berperan sebagai kepala keluarga melalui akses pelatihan keterampilan.

“Penguatan keluarga harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, keluarga yang kuat membutuhkan lingkungan yang mendukung, akses terhadap kesempatan ekonomi, dan perhatian dari pemerintah,” katanya.

Iqra menilai Perda Nomor 17 Tahun 2018 merupakan instrumen penting yang menjadi landasan hukum untuk memperkuat peran keluarga di tengah masyarakat.

Implementasi kebijakan tersebut dinilai memerlukan sinergi kuat antara pemerintah daerah, lembaga terkait, dan seluruh komponen masyarakat.

Iqra turut menekankan pentingnya pola pengasuhan positif dengan menghindari perkataan yang merendahkan anak saat menghadapi persoalan.

Komunikasi yang sehat diyakini dapat membantu anak tumbuh dengan kepercayaan diri dan memperkuat hubungan batin antara orang tua dan anak.

Ia berharap penguatan ketahanan keluarga menjadi perhatian bersama untuk membentuk generasi muda yang berkarakter serta mandiri.

Upaya kolektif ini diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan Sumatera Barat yang lebih sejahtera di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *