Lubuk Basung – Ketua TP-PKK Kabupaten Agam, dr. Hj. Merry Yuliesday, MARS., mengajak generasi muda untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan bahaya penularan HIV/AIDS.
Ajakan tersebut disampaikan dalam Seminar Kesehatan Reproduksi dan Bahaya LGBT yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Agam di SMAN 1 Lubuk Basung, Sabtu (24/10).
Kegiatan edukatif ini menyasar siswa SMA dan SMK di seluruh Kabupaten Agam guna memperkuat kesadaran kesehatan fisik maupun psikologis remaja.
Merry menekankan bahwa masa remaja merupakan fase krusial dalam tumbuh kembang yang melibatkan perubahan fisik serta emosional secara signifikan.
Ia menilai remaja memerlukan pendampingan serta informasi akurat agar mampu mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab.
Edukasi sejak dini menjadi instrumen penting agar generasi muda tidak terpengaruh informasi keliru serta mampu melindungi diri dari risiko kesehatan.
“Penyakit HIV/AIDS perlu kita cegah melalui pengetahuan dan pemahaman sejak dini,” tegas Merry.
Ia menjelaskan bahwa seseorang yang terinfeksi HIV sering kali terlihat sehat sehingga tidak menyadari kondisinya sendiri.
Oleh karena itu, Merry menekankan pentingnya bagi pelajar untuk memahami cara penularan melalui hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik bersama, serta paparan darah terkontaminasi.
Ia turut meluruskan bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial biasa seperti bersalaman atau beraktivitas bersama.
Pemahaman yang tepat diharapkan dapat mencegah stigma negatif terhadap orang yang hidup dengan HIV di tengah masyarakat.
Merry juga mendorong para pelajar untuk menerapkan pola hidup sehat serta tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terkait kesehatan reproduksi.
Ia mengimbau guru untuk membangun komunikasi terbuka dan merangkul siswa yang menghadapi persoalan tanpa memberikan penghakiman.
“Anak-anak kita perlu dirangkul dan didampingi,” ujar Merry saat memberikan pesan kepada para tenaga pendidik.
Ketua IDI Cabang Agam, dr. Valencia, MARS., Sp.PA., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pengabdian dokter di luar pelayanan rumah sakit.
Seminar yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-76 IDI ini bertujuan mencetak generasi muda yang sehat, berpengetahuan, dan siap meraih masa depan.











