Agam – Perebutan kursi Ketua KONI Kabupaten Agam untuk periode 2026-2030 mulai menghangat setelah lima bakal calon resmi mendaftar pada hari terakhir pengambilan formulir di Sekretariat KONI Lubuk Basung, Rabu (8/7).

Di tengah dinamika itu, isu politisasi ikut mencuat. Hal tersebut dipicu unggahan di akun Facebook Bang GS yang menyebut satu calon Ketua KONI Agam mendapat dukungan penuh dari Bupati Agam dan Ketua DPRD Agam. Unggahan itu juga menampilkan foto kandidat yang disebut masih berasal dari unsur Partai PKS.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Agam dari Fraksi Gerindra, Nesi Harmita, mengingatkan agar proses pemilihan tidak dibungkus kepentingan politik.

“Olahraga jika disusupi kepentingan politik tidak akan maju,” kata Nesi kepada Mimbar Sumbar melalui ponselnya, Rabu (8/7) kemarin.

Ia menilai, Ketua KONI sebaiknya tidak berasal dari unsur politik yang membawa atribut partai karena hal itu dinilai dapat membuat KONI Agam tidak netral dan kehilangan semangat sebagai organisasi yang membangun jiwa serta mental sportivitas.

“Tidak semuanya kita bawa ke ranah politik. Karena orang politik itu akan selalu berpikir politis dalam setiap sikap dan tindakannya, dan itu tidak bisa dipisahkan,” tegasnya.

Menurut Nesi, sosok profesional lebih tepat memimpin KONI karena dapat fokus memajukan olahraga tanpa beban politik.

“Lebih baik dari kalangan profesional karena akan fokus memajukan olahraga dan KONI tanpa ada beban politik yang dibawa,” lanjutnya.

Sementara itu, pada hari terakhir pendaftaran, ada lima bakal calon yang menyerahkan berkas ke TPP KONI Agam di Sekretariat KONI Lubuk Basung. Mereka adalah Wakil Ketua DPRD Agam Hendrizal dari Partai PAN, Masrizal yang merupakan kader PKS sekaligus Ketua Pengcab Panahan, Drs. Edi Busti, M.Si selaku Ketua KONI Agam 2022-2026, Asrial yang menjabat Ketua IPSI Agam, serta Hendri Masri selaku Ketua Harian FASI Agam.

Di antara nama-nama itu, informasi yang berkembang di Lubuk Basung menyebutkan posisi Drs. Edi Busti, M.Si masih kuat. Incumbent disebut tetap dibutuhkan untuk menjaga kesinambungan pembinaan olahraga di Kabupaten Agam sekaligus mempersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *