Palembang – Tiga daerah di Sumatera Barat meraih penghargaan pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026). Capaian itu disaksikan langsung Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Penghargaan itu menjadi hasil nyata dari upaya pemerintah daerah di Sumbar dalam meningkatkan kinerja pelayanan dan pembangunan. Dari ajang tersebut, Kota Bukittinggi meraih juara III untuk kategori kota terbaik dalam pengendalian inflasi. Sementara itu, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Kepulauan Mentawai masing-masing meraih juara I dan II pada kategori kabupaten terbaik dalam penurunan tingkat pengangguran.
Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat untuk mendorong kinerja daerah melalui skema insentif fiskal. Kebijakan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, yang membuka ruang bagi pemberian penghargaan berdasarkan capaian kinerja.
Kemendagri menetapkan empat kategori penilaian dalam ajang tersebut, yakni penurunan tingkat pengangguran, penurunan kemiskinan dan stunting, creative financing, serta pengendalian inflasi. Pemerintah daerah dengan kinerja terbaik berhak menerima insentif fiskal, dengan rincian juara I sebesar Rp3 miliar, juara II Rp2 miliar, dan juara III Rp1 miliar.
Mahyeldi menyebut capaian itu menjadi kebanggaan bagi pemerintah provinsi dan masyarakat Sumbar. “Capaian ini menjadi kebanggaan bagi kita semua, baik pemerintah provinsi maupun masyarakat Sumatera Barat. Ini menunjukkan, berbagai upaya yang kita lakukan bersama telah memberikan dampak nyata dan mendapat pengakuan di tingkat nasional,” ujarnya.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi dorongan bagi seluruh pemerintah daerah di Sumbar untuk terus memperbaiki kinerja, memperkuat sinergi, dan menjaga konsistensi dalam menghadirkan program yang langsung dirasakan masyarakat.
Dalam kegiatan itu, Mahyeldi turut didampingi sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar, yakni Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Febrina Tri Susila Putri, Kepala Bappeda Zefnihan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Firdaus Firman, serta Kepala Biro Umum Andree Harmadi Algamar.











