Padang – Pemerintah Kota Padang berupaya keras menjaga stabilitas harga pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Langkah ini diambil pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang menggelar High Level Meeting (HLM) pada Kamis (4/12) untuk memperkuat sinergi antar instansi.
Pertemuan ini dihadiri oleh Wakil Walikota Padang, perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Dinas Pangan Sumbar, Bulog Sumbar, BPS Kota Padang, Pertamina, BMKG, KADIN Kota Padang, serta OPD terkait.
Fokus utama pembahasan adalah perkembangan inflasi terkini, ketersediaan pasokan pangan, kelancaran distribusi, dan upaya menjaga stabilitas harga.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sumbar, M. Abdul Majid Ikram, menyatakan bahwa inflasi Kota Padang secara kumulatif hingga November 2025 mencapai 3,38%. Angka ini berada di batas atas sasaran inflasi.
“Pengendalian inflasi Kota Padang difokuskan pada ketersediaan dan stabilitas pasokan komoditas pangan,” ujarnya.
Banjir bandang dan longsor sempat mengganggu distribusi dan menyebabkan kenaikan harga cabai merah serta bawang merah. Namun, dengan pemulihan jalur distribusi, harga komoditas berangsur turun.
BMKG memprediksi cuaca akan lebih kondusif, mendukung pemulihan pasokan hortikultura. Bulog dan Dinas Pangan Sumbar memastikan stok beras dan komoditas pangan lainnya mencukupi.
Bantuan pangan terus disalurkan, dan Bulog siap menambah pasokan jika terjadi lonjakan permintaan. Pertamina menjamin stok BBM dan LPG aman, dengan prioritas penyaluran LPG ke daerah terdampak bencana.
Gerakan Pangan Murah (GPM) akan diintensifkan, bekerja sama dengan Bapanas untuk mengendalikan harga dan menjaga daya beli masyarakat. Pasokan cabai merah dari Jawa dan sentra lokal juga akan dioptimalkan.
TPID Kota Padang berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan, termasuk membuka opsi penambahan pasokan dari provinsi lain.
Publikasi berkala melalui berbagai media akan dilakukan, dan koordinasi dengan Pertamina, Bulog, serta dinas terkait terus diperkuat.
TPID Kota Padang optimis inflasi akhir tahun 2025 akan terjaga dalam koridor sasaran 2,5% ± 1%.











