KOTO TUO – Nagari Koto Tuo memulai pelatihan pidato adat Minangkabau (Pasambahan) untuk melestarikan budaya, Jumat (17/10/2025). Kegiatan ini berlangsung di Perpustakaan Nagari Koto Tuo.
Sebanyak 32 peserta dari berbagai suku di Nagari Koto Tuo mengikuti pelatihan ini. Mereka akan belajar langsung dari praktisi berpengalaman seperti M. Paduko Besar, A.H Rajo Bongsu, dan S. Pandeka Sutan.
Sekretaris Nagari, Zulmi Septiadi, menyatakan pelatihan akan rutin diadakan setiap Jumat malam selama 12 pertemuan.
“Program ini didanai dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk komitmen pemerintah nagari dalam melestarikan warisan budaya,” kata Zulmi.
Sekretaris KAN, K. Pakiah Sabatang, juga memberikan dukungan penuh. Ketua KAN turut hadir menunjukkan perhatian lembaga adat terhadap pelestarian budaya.
Pelatihan ini bertujuan melestarikan budaya Minangkabau melalui sastra lisan, khususnya pidato pasambahan.
Pidato Pasambahan, yang kaya akan petuah, pantun, dan nilai filosofis Minangkabau, diharapkan terus hidup dan dipraktikkan generasi muda.
Dengan program ini, Nagari Koto Tuo menunjukkan keseriusan menjaga budaya Minangkabau dan memastikan regenerasi penutur pasambahan.










