Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang gencar menstabilkan harga bahan pokok, terutama beras, melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Langkah ini diambil untuk menekan laju inflasi di kota tersebut.

Rapat koordinasi terkait GPM digelar di Balai Kota Padang, Kamis (11/9/2025). Pertemuan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, serta perwakilan dari Bulog Sumatera Barat, Bank Indonesia (BI) Sumbar, dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang.

Data BPS Kota Padang menunjukkan inflasi Agustus sebesar 0,35 persen dibandingkan Juli. Inflasi year-to-date mencapai 2,32 persen, sementara inflasi year-on-year berada di angka 2,53 persen.

Beras menjadi salah satu penyumbang utama inflasi bulanan, bersama dengan bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, dan emas perhiasan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sumbar, Andi, menekankan pentingnya kolaborasi untuk menekan harga. BI memberikan bantuan dengan menanggung biaya angkut barang Bulog.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menjelaskan bahwa GPM merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi dengan pemerintah pusat. Pasar murah akan diperluas ke 104 kelurahan.

Selain menekan harga, pasar murah juga berfungsi sebagai alat kontrol. Pemko Padang juga mendorong pemanfaatan pekarangan rumah melalui kelompok tani untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *