Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman tengah mempersiapkan pengusulan Festival Tabuik sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO. Langkah ini diambil setelah mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah strategis untuk mewujudkan pengakuan internasional tersebut.

“Wacana ini mengemuka setelah Menteri Kebudayaan RI meresmikan Museum Budaya Kota Pariaman dan menghadiri puncak Tabuik Piaman 2025. Beliau sendiri yang menginisiasi agar Tabuik diusulkan sebagai WBTb UNESCO,” jelas Yota, Jumat (26/7).

Festival Tabuik dinilai bukan sekadar perayaan budaya tahunan, melainkan memiliki nilai sejarah, spiritualitas, dan sosial yang diwariskan turun-temurun.

Pemko Pariaman juga melibatkan generasi muda dalam prosesi Tabuik untuk memastikan kelestarian tradisi ini.

Ketua Tim Kerja WBTb BPK Wilayah III Sumbar, Hasanadi, menjelaskan pengusulan Tabuik ke UNESCO memungkinkan, namun memerlukan proses panjang dan komprehensif.

Salah satu opsi yang dikaji adalah skema extension atau joint nomination dengan negara lain yang memiliki budaya serupa.

“Dengan extension, kita bisa mengajukan bersama negara lain yang memiliki budaya serupa atau beririsan berdasarkan kajian sejarah dan kondisi sosial-budaya,” ungkap Hasanadi.

Saat ini, Indonesia telah memiliki 15 elemen budaya yang diakui UNESCO, seperti wayang, keris, batik, angklung, dan pantun. Pengakuan Tabuik diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa dengan kekayaan budaya yang diakui dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *