Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman menggencarkan pembentukan bank sampah di tingkat desa dan kelurahan sebagai solusi pengelolaan sampah yang efektif.

Sosialisasi pembentukan bank sampah digelar Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kota Pariaman, Rabu (12/11), di balairung rumah dinas walikota.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pariaman, Afrizal Azhar, menekankan pentingnya pengelolaan sampah sebagai isu global yang mendesak.

“Kita harus dapat mengelola sampah ini agar tidak merusak lingkungan,” ujarnya saat membuka acara sosialisasi.

Afrizal menambahkan, bank sampah bukan hanya solusi masalah lingkungan, tetapi juga potensi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Pemko Pariaman menaruh perhatian besar pada masalah sampah, terutama setelah terbitnya Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup terkait penghentian sistem open dumping di TPA Tungkal Selatan.

“Mari kita jadikan Bank Sampah sebagai ujung tombak pengelolaan sampah di tingkat hulu, sekaligus simbol perubahan pola pikir masyarakat dari ‘buang’ menjadi ‘pilah dan olah’,” ajak Afrizal.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) Dinas Perkim LH Kota Pariaman, Nofrizal Noor, menjelaskan tujuan sosialisasi adalah mengajak masyarakat menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui pembentukan Bank Sampah.

Sosialisasi ini diikuti 130 peserta, terdiri dari pegiat lingkungan dan perwakilan 10 desa/kelurahan yang menjadi pilot project pembentukan Bank Sampah. Hadir sebagai narasumber Suharyono, Ketua Yayasan Penelis dan Pembina Bank Sampah Kasang Padang Pariaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *