Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman menargetkan penuntasan masalah kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi warganya. Saat ini, masih ada 11.695 warga yang belum terdaftar atau belum aktif dari total 103.835 penduduk.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk segera menindaklanjuti masalah ini. Pengecekan dan prioritas penanganan akan dilakukan untuk mengetahui penyebab ketidakaktifan dan mencari solusinya.
“Saya instruksikan kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial untuk segera ditindak lanjuti dan dicek serta diprioritaskan kenapa bisa belum aktif dan bagaimana kita menanggulanginya,” tegas Yota Balad dalam Forum Kemitraan dengan BPJS Kesehatan Cabang Padang, Rabu (1/10).
Yota Balad juga menyampaikan bahwa Kota Pariaman telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) dengan 98,6% penduduk terdaftar dalam program JKN. Warga dapat berobat hanya dengan KTP di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Selain itu, Pemko Pariaman juga akan melakukan gerakan skrining kesehatan bagi masyarakat dan ASN. Skrining riwayat kesehatan akan dilakukan untuk mendeteksi risiko penyakit dan mencegah dampak lanjutan.
“Pelaksanaan Skrining kesehatan diberikan secara selektif melalui skrining riwayat kesehatan terlebih dahulu yang ditujukan untuk mendeteksi risiko penyakit dan mencegah dampak lanjutan risiko penyakit,” jelasnya.
Yota Balad juga mendorong Dinas Kesehatan untuk segera melengkapi kekurangan dokter spesialis dan dokter gigi di Puskesmas Naras, Kecamatan Pariaman Utara. Ia meminta agar masalah sarana dan prasarana diatasi melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) atau dianggarkan jika diperlukan.











