Jakarta – Aksi pemalakan terhadap sopir bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, memicu reaksi keras dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Ia memerintahkan jajaran Satpol PP untuk menindak tegas pelaku premanisme tanpa kompromi.

Instruksi tersebut dikeluarkan Pramono setelah sebuah video yang merekam aksi pemerasan sebesar Rp100 ribu terhadap sopir bajaj viral di media sosial. Ia menegaskan bahwa keamanan warga merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

“Saya sudah melihat videonya dan meminta Satpol PP serta Kepala Dinas terkait untuk mengambil tindakan tegas. Tidak ada kompromi lagi,” ujar Pramono di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).

Pramono memastikan pemerintah provinsi tidak akan memberikan ruang bagi praktik premanisme di ibu kota. Ia berkomitmen untuk terus memberantas segala bentuk gangguan ketertiban umum yang meresahkan masyarakat.

Di sisi lain, pihak kepolisian telah merespons insiden tersebut. Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk memburu pelaku pemalakan yang meresahkan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *