Padang – PT Semen Padang menyalurkan 3.000 zak semen untuk mendukung betonisasi jalan di kawasan Puncak Labuang, Kelurahan Limau Manis, sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bantuan ini ditujukan untuk membuka akses yang lebih layak bagi masyarakat dalam mengelola potensi alam dan pertanian di wilayah tersebut.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan penyaluran semen itu bukan sekadar soal jumlah material yang diberikan, melainkan dampak yang ditimbulkan bagi warga. Menurut dia, ukuran keberhasilan program justru terlihat dari membaiknya akses jalan, bergeraknya ekonomi, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
“Nilai sebenarnya dari bantuan ini adalah ketika akses jalan membaik, ekonomi bergerak, dan masyarakat menjadi lebih sejahtera. Kami ingin membantu membuka akses yang selama ini menjadi kendala bagi para petani,” kata Win Bernadino.
Ia menambahkan, pembangunan tak selalu harus berbentuk proyek infrastruktur skala besar. Bantuan yang tepat sasaran, kata dia, kerap memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat kecil.
Dukungan PT Semen Padang terhadap pembangunan jalan di kawasan perdesaan itu juga disebut sejalan dengan arah pembangunan nasional. Staf TJSL Unit CSR PT Semen Padang, Nurwan, menyampaikan program tersebut selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama pada penguatan ekonomi berbasis masyarakat dan pembangunan dari pinggiran.
Nurwan menjelaskan, jalan beton di tengah kawasan hutan Puncak Labuang menjadi simbol harapan bagi warga sekitar. Dengan akses yang lebih baik, jalur menuju pendidikan, layanan kesehatan, hingga pasar diharapkan semakin terbuka bagi peladang dan keluarganya.
Menurut dia, perusahaan menyalurkan bantuan secara bertahap mengikuti progres pekerjaan di lapangan agar penggunaan semen lebih efektif. PT Semen Padang juga melakukan pemantauan rutin melalui koordinasi dengan forum pemberdayaan masyarakat di Limau Manis supaya manfaat bantuan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Selain fokus pada jalan, perusahaan juga melihat peluang pengembangan pariwisata berbasis alam di Puncak Labuang. Karena itu, PT Semen Padang ikut berkontribusi dalam penyediaan sarana sanitasi seperti kamar mandi serta tempat istirahat berupa gazebo.
Perusahaan menilai, pengembangan sektor wisata dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi warga tanpa merusak ekosistem hutan. Pergeseran dari ketergantungan pada pertanian ke aktivitas wisata ini diharapkan memperkuat ekonomi masyarakat setempat.
PT Semen Padang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program TJSL berkelanjutan sebagai bentuk pengabdian kepada ranah Minang. Perusahaan optimistis kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dapat membantu menjawab tantangan pembangunan di daerah terpencil. Ke depan, perusahaan akan terus menggali potensi lokal lain yang bisa mendorong kesejahteraan masyarakat luas.










