Padang – Kisah cinta Bayu Kumbara, seorang anak nelayan dari Sungai Pinang, dengan bule cantik asal Inggris, Jennifer, kembali mencuat. Perkawinan mereka yang viral pada 2015 lalu, kembali menjadi perbincangan hangat.

Perjalanan cinta Bayu dan Jennifer yang penuh perjuangan, mendapat pujian dari banyak orang.

Seorang pegiat pariwisata, Ridwan Tulus, mengaku kaget saat dihampiri wartawan yang menanyakan soal pernikahan viral tersebut.

“Lo apa hubungannya dengan saya?” ujar Ridwan saat ditanya wartawan di sebuah hotel di Padang.

Wartawan kemudian menyinggung peran Ridwan dalam pengembangan wisata di Sungai Pinang dan hubungannya dengan Ricky Putra Sinaro, yang disebut sebagai anak didiknya.

Mendengar nama Ricky, ingatan Ridwan kembali pada masa lalu saat mereka bersama-sama membuka kawasan tersebut sebagai percontohan wisata Green Tourism Destination.

Awal pertemuan Ridwan dengan Ricky terjadi di sebuah lounge tempat Ridwan biasa bekerja. Ricky, seorang anak nelayan dari Sungai Pinang, datang menemui Ridwan untuk belajar tentang pariwisata.

“Saya tadi dari Sungai Pinang naik perahu ke Muara Padang hanya untuk menemui bapak. Karena saya mau menemui bapak untuk belajar tentang pariwisata!” pinta Ricky.

Ridwan terharu mendengar tekad Ricky yang rela tidak melanjutkan sekolah demi adik-adiknya. Ia pun menerima Ricky untuk belajar dan bekerja bersamanya.

Ricky kemudian diterjunkan langsung untuk mendampingi guide senior dalam program wisata “Sumatra a Journey of Discovery” yang populer di kalangan sekolah dan komunitas dari Inggris, Amerika, dan Jepang.

“You Can Buy School but not Experience!” tegas Ridwan, yang lebih menyukai orang-orang seperti Ricky yang berani dan tidak terlalu memikirkan latar belakang pendidikan.

Setelah merasa Ricky memiliki pengalaman yang cukup, Ridwan menantangnya untuk membuat Green Tourism Destination di kampungnya.

Bersama-sama, mereka memulai program “Bagaimana Menjadi Nelayan” dengan memanfaatkan rumah penduduk sebagai penginapan dan melatih warga lokal dalam melayani tamu.

Program tersebut menjadi populer dan menarik wisatawan, khususnya dari Inggris dan Perancis.

Namun, sejak 2009, Ridwan sakit dan banyak melupakan masa lalu, termasuk tentang Sungai Pinang. Ia berterima kasih kepada wartawan yang telah mengingatkannya tentang Ricky dan aksi yang mereka lakukan di Sungai Pinang.

Ricky Putra Sinaro sendiri dikenal sebagai pelopor Green Tourism di Sungai Pinang-Mandeh.Padang – Kisah cinta viral antara anak nelayan Sungai Pinang, Bayu Kumbara, dengan wanita asal Inggris, Jennifer, pada 2015 lalu kembali mencuat. Pegiat pariwisata, Ridwan Tulus, mengaku kaget saat wartawan menanyakan hal tersebut kepadanya.

Ridwan mengaku awalnya tidak tahu menahu soal pernikahan viral itu. Namun, ia kemudian teringat sosok Ricky Putra Sinaro, anak didiknya yang kini menjadi pelopor green tourism di Sungai Pinang.

“Lo apa hubungan dengan saya?” kata Ridwan menirukan ucapannya saat ditanya wartawan.

Ricky, yang hanya lulusan SMP, berhasil menyulap kampung nelayannya menjadi destinasi wisata dunia. Bahkan, sebelum pandemi, 100% tamunya adalah mancanegara, dan 75% di antaranya baru pertama kali ke Asia.

Ridwan menceritakan awal pertemuannya dengan Ricky beberapa tahun lalu. Saat itu, Ricky datang jauh-jauh dari Sungai Pinang ke Padang untuk belajar tentang pariwisata.

“Saya tadi dari Sungai Pinang naik perahu ke Muara Padang hanya untuk menemui bapak. Karena saya mau menemui bapak untuk belajar tentang pariwisata!” ujar Ridwan menirukan Ricky.

Terharu dengan tekad Ricky, Ridwan menerimanya sebagai murid. Ia bahkan langsung mengajak Ricky terjun ke lapangan, mendampingi guide senior dalam program wisata “Sumatra a Journey of Discovery”.

“You Can Buy School but not Experience!” tegas Ridwan, menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam dunia pariwisata.

Berkat kegigihannya, Ricky kini memiliki green tour operator sendiri dan green resort bernama Ricky Beach House. Dua bulan lalu, Ricky bahkan menjemput Ridwan dan membuatkan kamar khusus untuknya di resort tersebut.

“Terima Kasih Ricky…kau membuatku bangga. Ayo mari kita mengejar Jariyah bersama,” pungkas Ridwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *