Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggagas strategi baru untuk menekan angka kemiskinan yang saat ini mencapai 5,35 persen atau sekitar 312.350 jiwa.
Target nasional menekan kemiskinan hingga 3,39-3,96 persen pada tahun 2030.
Strategi pengentasan kemiskinan ini bernama “Pendekatan Graduasi”.
Pendekatan ini menggabungkan intervensi sosial jangka pendek dengan program pemberdayaan ekonomi jangka panjang.
Keluarga penerima manfaat akan dibimbing bertahap dari kondisi miskin menuju mandiri dan berdaya saing.
“Pemerintah daerah tidak lagi sekadar memberikan bantuan, tetapi berupaya menciptakan sistem yang mendorong masyarakat miskin untuk naik kelas secara bertahap dan berkelanjutan,” kata Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Barat.
Proyek ini akan menghasilkan empat output utama.
Pertama, pedoman kriteria dan indikator graduasi kemiskinan.
Kedua, rancangan regulasi daerah.
Ketiga, sistem informasi pemantauan dan evaluasi berbasis digital (SILEK).
Keempat, rancangan perjanjian kerja sama dengan Kabupaten Pesisir Selatan sebagai daerah percontohan.
Pemerintah Sumbar menargetkan, melalui sistem informasi yang lebih akurat dan kebijakan yang lebih terarah, bantuan sosial maupun intervensi pemberdayaan dapat menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.











