Bukittinggi – Tanah bergerak dan longsor kembali menerjang Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Senin (24/11). Sebanyak 11 kepala keluarga (KK) atau 60 jiwa terpaksa mengungsi akibat kejadian ini.

Peristiwa ini terjadi di permukiman padat penduduk, tepatnya di RW 5 RT 1 Kelurahan Bukit Cangang Kayu Ramang, sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut keterangan warga, pergerakan tanah terlihat di belakang rumah salah seorang warga bernama Pak Can. Warga segera berteriak dan memberitahukan kejadian tersebut kepada warga lain agar segera mengosongkan rumah.

“Ada 11 rumah dengan 11 KK yang terdampak dan saat ini kita ungsikan sementara ke kantor lurah,” ujar RT 05/RW 01 Yulfinawatip.

Lurah Bukik Cangang Kayu Ramang, Westi Yasmar, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, upaya evakuasi segera dilakukan untuk memastikan keselamatan seluruh warga terdampak.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, ada 11 KK dengan total 60 jiwa yang terdampak dan harus diungsikan,” kata Westi.

Warga terdampak telah dievakuasi ke tempat yang aman. Sebagian besar mengungsi ke rumah kerabat terdekat, sementara sebagian lainnya ditampung sementara di musala setempat yang dijadikan posko darurat.

Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir diduga menjadi penyebab tanah bergerak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *