Payakumbuh – Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, membekali ratusan siswa kelas XII SMA Negeri 3 Payakumbuh dengan pesan strategis dalam menghadapi tantangan masa depan. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri acara perpisahan siswa di sekolah yang dikenal dengan sebutan kampus akasia, Kamis (9/4/2026).
Dalam arahannya, Elzadaswarman menekankan pentingnya kesiapan mental dan intelektual bagi para lulusan. Ia mengingatkan bahwa perubahan adalah satu-satunya hal yang abadi, sehingga generasi muda harus adaptif agar tidak tertinggal oleh laju perkembangan zaman yang sangat cepat.
Untuk menghadapi dinamika kehidupan setelah lulus, Elzadaswarman mendorong para siswa untuk menyeimbangkan tiga aspek kecerdasan utama, yakni IQ (Intellectual Quotient), ESQ (Emotional Spiritual Quotient), dan EQ (Emotional Quotient).
“Ananda harus kuat dan semangat dalam menghadapi kehidupan yang sesungguhnya. Jangan cepat berpuas diri, karena perjalanan ke depan masih sangat panjang,” tegasnya di hadapan para siswa dan guru.
Selain kecerdasan individu, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dan membangun jejaring. Menurutnya, kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga sejauh mana individu tersebut mampu memberikan manfaat bagi orang lain melalui silaturahmi dan kerja sama.
Kepala Sekolah SMAN 3 Payakumbuh, Iswandi, menyambut baik kehadiran Wakil Wali Kota tersebut. Ia menilai kehadiran Elzadaswarman menjadi suntikan motivasi berharga bagi para siswa yang akan segera melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau dunia kerja.
“Kedatangan Bapak Wakil Wali Kota merupakan suatu kehormatan dan motivasi tersendiri bagi anak-anak kami yang akan menginjak babak baru dalam kehidupan,” ujar Iswandi.Payakumbuh – Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, membekali ratusan siswa kelas XII SMA Negeri 3 Payakumbuh dengan pesan penting mengenai kesiapan menghadapi perubahan zaman. Pesan tersebut disampaikan dalam acara perpisahan sekolah yang berlangsung khidmat pada Kamis (9/4/2026).
Elzadaswarman menekankan bahwa lulusan SMA tidak boleh cepat berpuas diri karena tantangan di dunia nyata jauh lebih kompleks. Ia mendorong para siswa untuk terus mengasah keseimbangan antara kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (ESQ) sebagai modal utama menapaki masa depan.
“Dunia terus berubah dengan sangat cepat. Ananda harus kuat dan siap menghadapi perubahan ini agar tidak canggung dalam menjalani perjalanan hidup ke depan,” ujar pria yang akrab disapa Om Zet tersebut.
Selain kecerdasan, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dan membangun silaturahmi. Menurutnya, kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga sejauh mana individu tersebut mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Kepala Sekolah SMAN 3 Payakumbuh, Iswandi, menyambut positif kehadiran orang nomor dua di Payakumbuh tersebut. Ia menilai kehadiran Wawako menjadi suntikan motivasi berharga bagi para siswa yang akan segera melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Acara perpisahan di sekolah yang dikenal dengan sebutan kampus akasia ini ditutup dengan prosesi pelepasan simbolis oleh Wakil Wali Kota. Suasana haru semakin terasa saat para siswa menampilkan pertunjukan seni serta berbagi kesan dan pesan selama menempuh pendidikan di almamater tersebut.











