Payakumbuh – Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Dasar (SD) gelombang III tahun 2026 berlangsung lancar dan tanpa kendala berarti. Ujian yang menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan itu digelar serentak di sejumlah sekolah dasar di Kota Payakumbuh.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, mengatakan TKA menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung transformasi pendidikan nasional, terutama untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara objektif dan terstandar.

Ia menegaskan, hasil TKA akan menjadi dasar penting dalam evaluasi pembelajaran di sekolah. Dengan begitu, guru dan pihak sekolah dapat menyusun tindak lanjut yang lebih tepat sasaran.

“Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik ini memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan transformasi pendidikan nasional. Melalui tes ini, satuan pendidikan dapat memperoleh data yang valid dan reliabel sebagai dasar untuk melakukan refleksi, perbaikan, serta perencanaan tindak lanjut pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik,” ujar Nalfira.

Nalfira menjelaskan, peserta TKA tahun ini berasal dari jenjang SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kota Payakumbuh. Untuk tingkat SD, jumlah peserta mencapai 2.756 siswa, terdiri dari 1.910 murid SD negeri dan 846 siswa SD swasta.

Sementara di jenjang SMP, jumlah peserta tercatat 2.753 pelajar, terdiri dari 1.835 siswa SMP negeri dan 918 siswa SMP swasta. Dengan demikian, total peserta TKA di Kota Payakumbuh mencapai 5.509 siswa.

Pelaksanaan TKA 2026 dibagi ke dalam empat gelombang, dan masing-masing gelombang berlangsung selama dua hari di sekolah masing-masing.

Untuk SD, gelombang I berlangsung pada 20-21 April dan diikuti 16 sekolah. Gelombang II digelar pada 22-23 April dengan 26 sekolah peserta. Gelombang III pada 27-28 April diikuti 24 sekolah, sedangkan gelombang IV pada 29-30 April diikuti 15 sekolah.

Adapun untuk SMP, pelaksanaan dimulai lebih awal, yakni pada 6-16 April 2026, dan juga dibagi dalam empat gelombang.

Menurut Nalfira, selama pelaksanaan TKA di tingkat SD maupun SMP, tidak ditemukan hambatan berarti. Seluruh sekolah disebut dapat menjalankan ujian sesuai jadwal berkat koordinasi yang baik antara satuan pendidikan dan panitia pelaksana.

“Secara umum pelaksanaan berjalan lancar. Hal ini tentu berkat koordinasi dan kesiapan seluruh pihak, mulai dari sekolah, tim teknis, hingga pengawas pelaksanaan ujian,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui sempat terjadi gangguan teknis pada jaringan server pusat yang menyebabkan sejumlah sekolah kesulitan login saat pelaksanaan TKA tingkat SMP. Gangguan itu kemudian segera ditangani, dan peserta yang terdampak dijadwalkan mengikuti ujian susulan.

Selain itu, beberapa siswa juga tidak dapat mengikuti ujian sesuai jadwal karena sakit. Untuk mereka, Dinas Pendidikan menyiapkan jadwal susulan agar seluruh peserta tetap memperoleh kesempatan mengikuti TKA.

“Bagi sekolah yang mengalami kendala teknis dan siswa yang berhalangan karena sakit, akan dijadwalkan ujian susulan. Jadi kami pastikan semua peserta tetap bisa mengikuti asesmen,” tambahnya.

Pada gelombang pertama, Dinas Pendidikan juga melakukan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai prosedur. Monitoring untuk jenjang SMP dilakukan bersama tim BPMP Sumatera Barat, sementara pada jenjang SD turut melibatkan Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh.

Melalui pelaksanaan TKA ini, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh berharap kualitas pembelajaran di sekolah terus meningkat melalui evaluasi berbasis data yang akurat. Dengan begitu, kebijakan pendidikan ke depan diharapkan semakin tepat sasaran dan berdampak langsung pada hasil belajar siswa.

“Harapan kami, hasil TKA ini menjadi bahan evaluasi penting bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga mutu pendidikan di Kota Payakumbuh semakin baik,” tutup Nalfira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *