PULAU PUNJUNG – Persaingan menuju kursi Ketua PWI Kabupaten Dharmasraya mulai mengerucut. Dua wartawan senior dipastikan bertarung dalam Konferensi PWI Dharmasraya ke-IV yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (23/5) mendatang.

Dua nama yang masuk bursa itu adalah Roni Aprianto dari Harian Singgalang dan Yahya dari Rakyat Sumbar. Keduanya resmi mendaftar pada hari pertama pembukaan pencalonan yang dibuka panitia, Jumat (15/5).

Ketua Panitia Konferensi PWI Dharmasraya, Ahmad Habibi, mengatakan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai aturan organisasi dan arahan PWI Sumatera Barat.

“Pendaftaran dibuka selama enam jam dan langsung diikuti dua kandidat calon ketua. Berkas keduanya sudah kami terima dan sementara dinyatakan lengkap,” ujar Habibi.

Ia menjelaskan, konferensi ini mengacu pada surat PWI Sumatera Barat nomor 21.02/PWI-SB/V-2026 yang mengatur seluruh tahapan kegiatan, termasuk daftar pemilih tetap atau DPT sebanyak 10 anggota.

Menurut Habibi, Roni Aprianto menyerahkan berkas pendaftaran menjelang salat Jumat, sedangkan Yahya datang pada detik-detik terakhir sebelum pendaftaran ditutup pukul 15.00 WIB. Meski berkas administrasi keduanya dinyatakan lengkap oleh panitia lokal, verifikasi akhir tetap akan dilakukan PWI Sumatera Barat untuk memastikan semua syarat organisasi terpenuhi.

Dua kandidat ini dinilai membuat dinamika konferensi semakin menarik. Roni dikenal aktif menjalin komunikasi lintas kalangan dan kerap menyuarakan gagasan untuk pengembangan organisasi wartawan di Dharmasraya.

Adapun Yahya memiliki pengalaman panjang dalam kepengurusan organisasi wartawan. Pengalamannya membuat ia cukup dekat dengan kalangan pemerintahan dan komunitas pers di Dharmasraya. “Kalau amanah ini diberikan kepada saya, tentu siap dijalankan dengan dukungan penuh seluruh anggota,” ujar Yahya.

Wartawan senior Dharmasraya, Budi Waluyo, berharap konferensi berjalan demokratis dan menghasilkan kepengurusan terbaik bagi organisasi wartawan di daerah itu. Menurutnya, baik Roni maupun Yahya sama-sama dinilai layak memimpin PWI Dharmasraya ke depan.

Ia menegaskan, proses pemilihan yang sehat akan menentukan arah organisasi, termasuk dalam menjalankan program yang bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat.

“Pengurus terbaik lahir dari proses pemilihan yang baik. Kalau prosesnya berjalan sehat dan demokratis, organisasi juga akan semakin kuat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *