Lubuk Basung – Bupati Agam Benni Warlis meminta ratusan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 tampil sebagai “maestro” yang mampu menggerakkan semangat masyarakat, terutama generasi muda di Kecamatan Palembayan yang masih menjalani pemulihan pascabencana.
Pesan itu ia sampaikan saat pembukaan KKN Tematik 2026 yang dibuka Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof Fauzan di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Selasa (4/8). Acara tersebut juga dihadiri jajaran LLDikti Wilayah X dan III serta tamu undangan lainnya.
Benni menegaskan, kehadiran mahasiswa di Kabupaten Agam bukan hanya untuk memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi ruang pengabdian yang membawa ilmu, inovasi, dan energi baru bagi masyarakat.
“Kehadiran adik-adik mahasiswa adalah panggilan jiwa untuk membangun negeri. Masyarakat sangat bergembira dengan kehadiran mahasiswa, terlebih saat ini banyak wilayah yang masih merasakan dampak bencana,” ujarnya.
Ia menilai, program yang dibawa mahasiswa mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga pengembangan UMKM, sejalan dengan prioritas Pemerintah Kabupaten Agam, yakni Agam Cerdas, Agam Religius, Agam Melayani, dan Agam Sehat.
Benni berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dosen pembimbing, dan mahasiswa dapat melahirkan inovasi yang memberi solusi nyata, khususnya bagi wilayah terdampak bencana.
Dalam kesempatan itu, Benni juga memperkenalkan program unggulan daerah bertajuk Bangkik dari Surau. Program ini, katanya, menghidupkan kembali fungsi masjid dan surau bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, budaya, dan pembangunan masyarakat.
Program tersebut diperkuat melalui Nagari Creative Hub Berbasis Masjid. Wadah ini diharapkan menjadi ruang positif bagi anak-anak dan remaja agar lebih produktif lewat olahraga, seni, budaya, dan kreativitas.
Benni lalu mengibaratkan kondisi generasi muda di nagari seperti biola tua yang tampak tak bernilai, tetapi akan menjadi sangat berharga saat dimainkan oleh seorang maestro.
“Di nagari masih banyak anak-anak muda yang membutuhkan sentuhan. Siapa maestronya? Adalah adik-adik mahasiswa. Sentuhan kalian diharapkan mampu membangkitkan kepercayaan diri, semangat dan kualitas intelektual mereka,” katanya.
Ia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan masa pengabdian selama sekitar dua pekan untuk membuat program nyata yang berdampak langsung, seperti membantu sektor pertanian, kesehatan, serta meningkatkan nilai jual produk UMKM lewat inovasi kemasan dan pemasaran.
“Langsung turun ke lapangan, pahami persoalan masyarakat, lalu eksekusi apa yang bisa dilakukan. Sentuhan kecil dari mahasiswa bisa memberikan nilai tambah yang besar bagi nagari,” ungkapnya.
Lebih jauh, Benni mengajak seluruh pihak menjadikan KKN Tematik sebagai ruang kolaborasi membangun daerah. Ia menyebut filosofi teh talua sebagai simbol sinergi unsur-unsur yang saling melengkapi.
“Perguruan tinggi, mahasiswa, dunia usaha dan pemerintah daerah harus berkolaborasi. Seperti teh talua, setiap bahan memiliki perannya masing-masing, tetapi ketika disatukan akan menghasilkan sesuatu yang nikmat. Begitulah pembangunan nagari,” tuturnya.











