Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggelar rapat koordinasi bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitra di Balairung Rumah Dinas Bupati, Lubuk Basung, Rabu (20/5). Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, membuka langsung kegiatan tersebut.

Rapat itu dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, Kepala SPPG, mitra program MBG, Ketua TP-PKK Kabupaten Agam Ny Merry Benni Warlis, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Iqbal mengatakan MBG merupakan program strategis nasional yang dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi, terutama bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Program ini tidak hanya berbicara tentang penyediaan makanan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Agam memiliki potensi penerima manfaat MBG sekitar 167 ribu orang. Dari jumlah itu, sekitar 91.222 orang atau 54 persen sudah terdata sebagai penerima manfaat.

Menurut Iqbal, jumlah tersebut menjadi tanggung jawab besar sekaligus peluang bagi semua pihak agar program berjalan optimal dan tepat sasaran.

Saat ini, kata dia, telah terbentuk dan beroperasi 34 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Agam. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah seiring meluasnya cakupan penerima manfaat program.

“Karena itu, koordinasi dan penguatan kapasitas SPPG menjadi sangat penting,” katanya.

Iqbal juga menyoroti dampak ekonomi dari program MBG. Ia menyebut, dana sekitar Rp275 miliar per tahun diperkirakan akan terserap ke Kabupaten Agam dari pemerintah pusat untuk mendukung program tersebut.

Bahkan, jika seluruh penerima manfaat telah terlayani, potensi perputaran dana dapat mencapai Rp500 miliar per tahun.

Ia menilai program ini membuka peluang besar bagi petani, peternak, pembudidaya ikan, nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat lokal untuk masuk dalam rantai pasok makanan bergizi gratis.

“Jika dikelola dengan baik, program MBG akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Muhammad Iqbal menegaskan pentingnya keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Ia menekankan, makanan yang diberikan tidak hanya harus bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi.

Ia meminta seluruh pihak memperhatikan kualitas bahan pangan, proses pengolahan, distribusi, hingga makanan diterima oleh penerima manfaat, agar memenuhi aspek keamanan pangan, gizi, dan sanitasi yang higienis.

Melalui rapat koordinasi itu, Pemerintah Kabupaten Agam berharap tercipta sinergi dan kesamaan langkah antara pemerintah daerah, SPPG, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyukseskan program MBG di daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *