Batusangkar – Sanggar Budaya Nusantara (SBN) di Texas, Amerika Serikat, berencana membangun rumah gadang bagonjong di wilayah tersebut sebagai pusat kebudayaan bagi diaspora Indonesia dan masyarakat setempat.

Rencana itu disampaikan Ketua tim SBN Cary Suprobo saat bertemu Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly di aula Kantor Dinas Pendidikan, kemarin.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Afrizon, Ketua LKAAM Kabupaten Tanah Datar Aresno Dt. Andomo, Kadis Pendidikan Alfi Hidayati, Kadis PMPTSP Syofa Nofa Budianto, dan Kadis Parpora Inhendri Abbas.

Cary mengatakan, pembangunan rumah gadang bagonjong menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Texas. Menurut dia, proyek itu juga sejalan dengan visi SBN untuk menyediakan pusat kebudayaan yang dapat menjadi warisan bagi generasi berikutnya.

“Sesuai visi SBN yakni menyediakan pusat kebudayaan bagi Diaspora Indonesia dan masyarakat luas di sana, dan bahkan menjadi warisan kepada anak cucu kami nanti. Karena ada kesamaan budaya dan ciri khas di Texas yang terkenal dengan sapinya,” kata Cary.

Ia menjelaskan, pembangunan rumah gadang bagonjong itu akan mulai digagas dan dikerjakan, dengan target rampung pada musim semi 2028.

“Untuk itu kami mohon bantuan, dukungan, dan kerja sama Pemda Tanah Datar dan pihak lain,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ahmad Fadly menyambut positif rencana SBN Texas tersebut. Ia menilai pembangunan rumah gadang bagonjong di luar negeri menjadi kebanggaan bagi Tanah Datar dan Minangkabau.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami Tanah Datar dan bahkan Minangkabau, karena rumah adat kami dibangun di luar negeri, dan tentunya kami menyampaikan apresiasi dan dukungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan rumah gadang bagonjong di Texas nantinya juga bisa menjadi ruang untuk menampilkan potensi lain dari Minangkabau. Menurut dia, berbagai kuliner khas seperti rendang hingga produk UMKM Tanah Datar, termasuk batik, berpeluang dipasarkan di sana.

“Minangkabau memiliki aneka ragam kuliner andalan, salah satunya rendang, dan juga ada aneka ragam UMKM yang menjadi kebanggaan Tanah Datar seperti batik, yang nantinya bisa dipasarkan di sana,” katanya.

Ahmad Fadly menegaskan, Pemkab Tanah Datar mendukung rencana tersebut selama pembangunannya tetap mengikuti aturan dan filosofi rumah gadang sebagai rumah adat Minangkabau.

“Kami siap membantu untuk menjembatani dengan pihak-pihak yang sekiranya mendukung rencana pembangunan rumah gadang bagonjong ini,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *