Lubuk Basung – Bupati Agam, Benni Warlis, menyampaikan nota jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Agam terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Agam, Senin (22/6). Dalam rapat itu, ia menegaskan berbagai capaian pemerintah daerah, mulai dari pengelolaan keuangan, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengendalian inflasi, hingga penanganan pascabencana.
Benni menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD yang telah memberi masukan, kritik, saran, dan pertanyaan konstruktif atas pelaksanaan APBD 2025. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang membuat Pemerintah Kabupaten Agam kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ke-12 kalinya secara beruntun.
“Prestasi ini tidak terlepas dari komitmen, dukungan, kerja keras dan kerja sama kita semua. Semoga apa yang telah terjalin selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada masa yang akan datang,” ujar Benni Warlis.
Menurut dia, capaian tersebut lahir dari kerja bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia menilai sinergi itu menjadi kunci dalam menjaga tata kelola keuangan daerah tetap baik.
Dalam penjelasannya, Benni memaparkan sejumlah langkah strategis pemerintah daerah, termasuk realisasi PAD Kabupaten Agam tahun 2025 yang mencapai Rp202,74 miliar atau 98,86 persen dari target Rp205,07 miliar. Ia menyebut tim pengendalian inflasi daerah juga terus bergerak melalui operasi pasar murah, gerakan pangan murah, pemantauan harga kebutuhan pokok, serta memastikan distribusi logistik tetap lancar di wilayah terdampak bencana.
Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah berhasil menekan biaya penerangan jalan umum melalui penggantian lampu non-LED menjadi LED hemat energi. Dari program itu, Pemkab Agam menghemat biaya listrik PJU lebih dari Rp1 miliar sepanjang 2025.
Untuk penanganan bencana hidrometeorologi, Pemkab Agam telah menempuh berbagai langkah, mulai dari evakuasi warga, pembentukan posko darurat, rehabilitasi infrastruktur, pembangunan hunian sementara, hingga penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) senilai sekitar Rp3,53 triliun. Rencana itu akan dijalankan bertahap pada 2026-2028.
Benni juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Agam. Pemerintah, kata dia, terus mengoptimalkan pemulihan lahan pertanian terdampak bencana, pembangunan infrastruktur pertanian, dan Program Sawah Pokok Murah untuk mendorong produktivitas serta kesejahteraan petani.
Selain itu, program unggulan daerah seperti Agam Religius, Agam Sehat, Agam Cerdas, Agam Melayani, dan Agam Sejahtera tetap dijalankan melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Program itu mencakup bantuan pendidikan, penguatan sektor keagamaan, pelatihan keterampilan kerja, dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.
Menutup penyampaiannya, Benni berharap hubungan kerja antara pemerintah daerah dan DPRD semakin kuat agar pembangunan berkelanjutan dapat terwujud dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Agam meningkat.
“Pemerintah Kabupaten Agam akan terus berupaya meningkatkan kualitas perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program pembangunan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegas Benni Warlis.











