Agam – Tim Penggerak PKK Kabupaten Agam menggandeng Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Lubuk Basung untuk belajar langsung pengelolaan usaha pertanian dan peternakan terintegrasi di STA Koba Jaya, Koto Panjang Padang, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, Kota Payakumbuh, Rabu (24/6).

Kunjungan lapangan itu dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus menambah wawasan rombongan mengenai pengembangan hortikultura dan peternakan dalam satu sistem usaha.

Ketua TP PKK Kabupaten Agam, Ny Merry Benni Warlis, mengatakan pengalaman lapangan seperti ini penting untuk membuka pandangan baru dalam mengembangkan program ketahanan pangan di nagari.

Menurutnya, praktik baik yang dilihat langsung di lokasi bisa menjadi referensi bagi BUMNag dan masyarakat dalam mengelola usaha produktif secara lebih optimal.

“Pengalaman ini menjadi bekal yang berharga bagi BUMNag dan masyarakat untuk mengembangkan usaha pertanian dan peternakan secara lebih optimal,” kata Ny Merry.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua STA Koba Jaya, Syahrul Yondri, memaparkan tahapan usaha pertanian, khususnya budidaya cabai. Ia menegaskan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya bergantung pada modal, tetapi juga pada ketekunan, kesabaran, dan pemahaman teknik budidaya.

“Budidaya cabai sebenarnya tidak sulit jika dilakukan dengan sungguh-sungguh. Yang terpenting adalah memahami prosesnya, mulai dari pemilihan bibit, pemeliharaan tanaman, pemupukan, hingga masa panen. Semua tahapan itu harus dilakukan dengan tepat agar hasil yang diperoleh maksimal,” ujarnya.

Syahrul juga membagikan pengalamannya dalam mengelola peternakan ayam dan sapi. Ia menilai manajemen pakan, kebersihan kandang, dan perawatan kesehatan ternak menjadi faktor utama untuk menjaga produktivitas serta kualitas hasil peternakan.

“Untuk peternakan, kunci keberhasilannya adalah memahami kebutuhan ternak. Pakan yang baik, perawatan yang tepat, serta pengawasan kesehatan secara rutin akan menghasilkan ternak yang sehat dan produktif,” tambahnya.

Setelah pemaparan, rombongan BUMNag Lubuk Basung dan pengelola STA Koba Jaya melanjutkan kegiatan dengan diskusi interaktif. Para peserta mengajukan sejumlah pertanyaan seputar teknik budidaya, pengelolaan usaha, sampai pemasaran hasil pertanian dan peternakan.

Mereka juga meninjau langsung kebun cabai serta peternakan ayam dan sapi yang dikelola STA Koba Jaya. Di lokasi itu, rombongan melihat proses budidaya tanaman, pengolahan pakan ternak, sistem pemeliharaan, hingga manajemen usaha yang diterapkan sebagai bagian dari upaya menciptakan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Ny Merry menyampaikan apresiasi kepada Syahrul Yondri beserta jajaran STA Koba Jaya yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada rombongan dari Kabupaten Agam.

Ia berharap BUMNag Lubuk Basung dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh agar mampu mendorong pertumbuhan usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Agam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *