Sawahlunto – Rinaldi Sikumbang, seorang peternak ayam buras di Sawahlunto, kini meraup jutaan rupiah per bulan setelah banting setir dari pegawai honorer.

Pria berusia 45 tahun ini menjual telur ayam buras jenis Lohman miliknya seharga Rp 45 ribu per lapiak di Desa Kumbayau, Kecamatan Barangin.

Rinaldi memutuskan untuk beternak ayam setelah 14 tahun menjadi pegawai honorer di Kantor Camat Barangin tanpa kejelasan status.

Dengan modal Rp75 juta, Rinaldi memulai usaha ternak ayam buras Lohman dengan membeli 1.500 ekor ayam.

Setelah ayam-ayamnya produktif, Rinaldi mampu meraup pendapatan bersih Rp6 juta hingga Rp8 juta per bulan.

Selain itu, ia juga mendapatkan penghasilan tambahan Rp2,5 juta per bulan dari penjualan pupuk kandang.

Saat ini, Rinaldi mempekerjakan satu karyawan untuk membantu usahanya.

Meskipun sukses, Rinaldi menghadapi tantangan seperti pasokan air dan kesulitan mendapatkan pakan ternak.

Ia berharap pemerintah memberikan dukungan, terutama dalam hal pemasaran, agar peternak tidak dipermainkan tengkulak.

Desa Kumbayau sendiri memiliki sejarah panjang dalam dunia peternakan, bahkan pernah menjadi sentra peternakan ayam buras yang diundang Presiden Soeharto ke Istana Negara pada tahun 1995.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *